Berita Pidie

Cerita Inspiratif: Anggota Dewan Pidie Jual Jajanan Buka Puasa Demi Memberdayakan Usaha Kecil

Semua sajian makanan dan minuman dijual sudah dikemas dalam cup sehingga dipastikan tertutup dan bersih.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Ida Susanti SE atau Eva (dua dari kiri) saat memperlihatkan persiapan sejumlah jajanan buka puasa akan dijual Sabtu (9/4/2022). 

Semua sajian makanan dan minuman dijual sudah dikemas dalam cup sehingga dipastikan tertutup dan bersih.

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Ida Susanti (32) atau akrab disapa Eva menceritakan pengalamannya berjualan jajanan buka puasa.

Meskipun sebagai Anggota DPRK Pidie, tapi ibu satu anak ini masih mau menempatkan waktunya berjualan demi membantu para usaha kecil.

Dalam sehari Eva menjual ada 50 item makanan dan minuman.

Ada yang diracik sendiri dengan model dan alanya, ada pula yang ditampung dari orang lain ia yang menjualnya.

Semua sajian makanan dan minuman dijual sudah dikemas dalam cup sehingga dipastikan tertutup dan bersih.

Bagi Ida Susanti SE atau akrab disapa Eva (32) sebagai Anggota Komisi IV bidang kesehatan, PP, Sosial tidak membuat dirinya minder berjualan.

Ia tetap membagi waktu sebagai tugas utamanya di DPRK dan hobbynya berjualan.

"Harapan saya menginginkan saat jualan bisa laku, mudah rezeki, jika ada kurang laku pasti sedih.

Saya juga bertujuan bersemangat mencari rezeki. Membudayakan dan membantu menampung hasil kue-kue kaum warga untuk dijual demi membantu mereka juga mencari rezeki di bulan Ramadhan," ujar istri Syahrul Riza (46).

Lapak jajanan Ramadhan Naomy's kitchen di Jalan Baru Pulo Pisang itulah namanya.

Ada bulukai thai khas Eva, tahuwan goreng perpaduan tahu dan bakwan.

Juga ada mie goreng udang, bihun udang, tortila sona jalur (perpaduan daging, udang dan ayam serta jagung).

Sedangkan minuman ada avocado, rujak santai, cincau gula merah, lemon jelly, dan bubur sumsum candil mix dan kolak pisang.

Rata-rata semua makanan dan minuman ini dijual dalam cup berkisar harga antara Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per cup.

Untuk memulai kegiatan, Eva mengaku telah memulai mempersiapkan semua sajian makanan ini setelah sholat subuh.

Ia memiliki tujuh orang pekerja semuanya perempuan. "Kita bagi kegiatan buat siapa yang buat ini, itu. Semua dalam jangkauan kita dan ditambah saya menjadi delapan semuanya bekerja," kisahnya.

Begitulah hingga pukul 15.00 WIB sudah mulai disiapkan ditata dirumahnya di Gampong Lada, Pidie untuk kemudian di susun di meja lapak setelah sholat ashar di tepi Jalan Pulo Pisang.

Bukan saja menjadi Hobby tapi membuat ia jadi kan momen seru dan sangat puas mencari rezeki di bulan puasa.

"Walaupun sedikit tapi berkah, ya..omsetnya tidak tentu berkisar Rp 10 hingga Rp 15 juta," pungkasnya. (*)

Baca juga: Polisi Amankan 6 Sepeda Motor Balapan Liar di Pidie

Baca juga: Bagaimana Hukum Ngupil Saat Berpuasa? Begini Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Kabar Gembira, Jamaah Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Ini, Berikut Ketentuannya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved