Sabtu, 16 Mei 2026

Ade Armando Dikeroyok Pendemo, Pelaku Teriak Penista Agama Harus Dibunuh

Tak lama keributan muncul di sebuah titik. Ternyata satu orang pria berpakaian hitam sedang dianiaya oleh massa bukan dari mahasiswa.

Tayang:
Editor: Amirullah
IST
Ade Armando dibopong polisi usai kericuhan saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Ade Armando dipukuli dan sempat ditelanjangi 

SERAMBINEWS.COM - Usai mendengar sambutan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di atas mobil komando, orator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meninggalkan gedung DPR RI pada Senin (11/4/2022).

Kapolri dan perwakilan dari gedung DPR RI turun dari mobil komando, situasi sudah mulai memanas. Sejumlah massa yang diduga bukan mahasiswa memprovokasi dengan melempari botol air mineral.

Tak lama keributan muncul di sebuah titik. Ternyata satu orang pria berpakaian hitam sedang dianiaya oleh massa bukan dari mahasiswa.

Perwakilan BEM SI berusaha melerai agar orang yang dianiaya yaitu Ade Armando tidak tewas mengenaskan. "Sudah sudah, jangan dipukuli lagi bisa mati ini orang," katanya.

Namun karena banyak massa dari luar mahasiswa, aksi main hakim sendiri tak terbendung. Bahkan ada yang sempat menyebutkan penista agama dan pembenci Habib Rizieq harus dibunuh.

Selain massa provokasi ada juga pelajar yang ikut dalam barisan melakukan penganiayaan kepada Ade Armando.

"Matiin saja matiin, kuasa Alloh sungguh nyata dapat balasannya bunuh saja," ucapnya.

Ade Armando datangi lokasi demo

Sebelumnya diberitakan, pegiat media sosial Ade Armando menyambangi lokasi demo yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (11/4/2022).

Pantauan di lokasi, ia tiba sekitar pukul 12.30 WIB dengan menggunakan kaos berwarna hitam.

 

Ade Armando di Gedung DPR ()
Ade Armando di Gedung DPR (Warta Kota/ Ramadhan LQ)

Dosen Fisip Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan dirinya mendukung demo pada hari ini. "Saat tidak ikut demo saya mantau. Dan ingin menyatakan saya mendukung," ujarnya, di lokasi.

Ia mengungkapkan alasan mengapa dirinya mendukung demo mahasiswa kali ini. "Mau dukung kalau gugatannya adalah agar tidak diperpanjang agar dihentikan tiga periode saya setuju," kata dia.

"(Alasannya) nggak pantes. Artinya sekarang sudah ramai, padahal baru 2022. Kalau harus diubah amandemen kan butuh waktu," sambugnya.

Diberitakan sebelumnya, adapun dalam aksi demo yang diselenggarakan hari ini, BEM SI menargetkan 1.000 massa aksi dari 18 kampus, yakni UNJ, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, STIE Dharma Agung, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, Unand, Unram, PPNP, Undip, UNS, UNY, Unsoed, SSG dan STIEPER.

Sementara itu, aksi demo yang digelar membawa empat tuntutan, yaitu:

1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

2. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

3. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amendemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode.

4. Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

Diberitakan Kompas TV sebelumnya, Koordinator BEM SI Kaharuddin menjelaskan bahwa aksi ini merupakan rangkaian lanjutan dari aksi yang sebelumnya dilakukan pada 28 Maret 2022.

"Betul, Mas. Aksi tanggal 11 April 2022 ini meminta jawaban dari aksi tanggal 28 Maret 2022, bagaimana pemerintah atau Bapak Presiden Jokowi menjawab tuntutan kita selama 14 hari ini," kata Kaharuddin.

Sosok Ade Armando

Nama Ade Armando tentunya tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia terlebih bagi yang aktif berselancar di media sosial.

Ade Armando adalah dosen yang telah bergelar doktor lahir pada 24 September 1961. Pada 2022 ini Ade Armando menginjak usia 61 tahun.

 

Ia juga pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (2004–2007). Pada 1991, Ade Armando menikahi Nina Mutmainnah, adik tingkatnya di kampus.

Mereka sama-sama aktif di Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMIK) dan Senat Mahasiswa.

Nina adalah seorang akademisi, yang kini menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI. Mereka memperoleh dua orang anak bernama Yasmin Rifdaniar dan Feisal Irfansyah.

Ade Armando berdarah Minangkabau dari orangtua. Ia adalah anak dari Mayor Jus Gani dan Juniar Gani. Melansir dari wikipedia, Ade Armando adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Ayahnya adalah seorang diplomat yang terpaksa harus turun setelah terkena dampak runtuhnya rezim Soekarno.

Jus Gani pernah menjadi atase di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maroko dan Filipina.

Setelah dipecat dari militer, ia merantau membawa keluarganya ke Malaysia untuk berdagang.

Saat menuntut ilmu di Malaysia, Ade Armando sempat dipermalukan oleh seorang guru di depan teman-temannya karena tidak lancar berbahasa Inggris.

Hal itu memacunya untuk belajar hingga bisa berbahasa Inggris dengan lancar. Pada 1968, keluarganya kembali ke Indonesia dan menetap di Bandung.

Ade Armando mengenyam pendidikan di SD Banjarsari I Bandung (tamat 1973), SMP Negeri 2 Bogor (tamat 1976), dan SMA Negeri 2 Bogor (tamat 1980).

Sesuai saran ayahnya, setamat SMA ia mendaftar kuliah di FISIP UI untuk menjadi diplomat.

Namun, karena nilai mata kuliah ilmu pengantar politiknya rendah, ia pindah ke jurusan ilmu komunikasi. Di kampus, ia aktif dalam pers mahasiswa di Warta UI.

Ia mengaku berjualan rempeyek di kampus untuk menutupi uang kuliahnya. Ia belajar menjadi wartawan dari Rosihan Anwar dan Masmimar Mangiang.

Ia lulus sarjana komunikasi dan meraih gelar doktorandus pada 1988. Ade meraih gelar master of science dalam population studies dari Universitas Negeri Florida pada 1991.

Selanjutnya, ia meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia pada 2006.

Biodata:

Nama : Ade Armando
Lahir : 24 September 1961
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia

Almamater :
- Florida State University, Amerika Serikat
- Universitas Indonesia

Pekerjaan :
- Dosen
- Pegiat media sosial
Istri : Nina Mutmainnah Armando
​Anak :
- Yasmin Rifdaniar
- Feisal Irfansyah

(*/tribun-medan.com)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Ade Armando Nyaris Tewas Dikeroyok Pendemo, Pelaku Teriak Pembenci Habib Rizieq Harus Dibunuh

Baca juga: Ade Armando Ditelanjangi dan Dipukuli Saat Ricuh di Gedung DPR RI

Baca juga: Bawa Sabu 20 Kg, Eks Anggota DPRA Ditangkap di Sumsel, Calon Kuat Tersangka Kasus Korupsi Beasiswa

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved