Breaking News:

Luar Negeri

Takut Usai Diancam Pencucian Uang, Guru Ini Malah Terjerat Macau Scam, Rp 678 Juta Uangnya Raib

Pelaku kemudian menginformasikan informasi pribadi korban, yaitu nama dan nomor kartu identitas yang terlibat dalam kasus pencucian uang

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Astro Awani
Sindikat Macau Scam menjerat sejumlah korban 

Wanita berusia 43 tahun itu bersedia memberikan pinjaman sebesar 200.000 Ringgit (Rp 678,7 juta) untuk melakukan pembayaran, seolah-olah untuk menyelesaikan kasus ini.

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Khawatir namanya tersangkut kasus pidana pencucian uang, seorang guru sekolah di Kuala Pilah, Negeri Sembilan, Malaysia malah terjerat sindikat Macau Scam.

Wanita berusia 43 tahun itu bersedia memberikan pinjaman sebesar 200.000 Ringgit (Rp 678,7 juta) untuk melakukan pembayaran, seolah-olah untuk menyelesaikan kasus ini.

Bahkan, akibatnya uang tabungannya yang berada di bank senilai 65.225,50 Ringgit (Rp 221 juta) juga ikut raib.

Kepala Badan Reserse Kriminal Komersial Negeri Sembilan, Inspektur Aibee Abd Ghani mengatakan pada Juni tahun lalu, korban menerima telepon dari perusahaan asuransi tentang konfirmasi klaimnya.

Baca juga: Merasa Ditipu karena Beli Ganja Dikirim Daun, Tukang Ojek Mengadu ke Polisi Jadi Korban Penipuan

"Korban membantah berurusan dengan asuransi dan menginformasikan bahwa dia tidak pernah mengajukan klaim,” katanya dikutip dari Utusan Malaysia.

“Perusahaan asuransi menginformasikan bahwa mereka akan mengajukan laporan polisi tentang masalah ini jika korban tetap diam,” sambung Abiee.

Pada hari yang sama, jelasnya, korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku Sersan Razlan dari polisi Ampangan Jaya. 

Pelaku kemudian menginformasikan informasi pribadi korban, yaitu nama dan nomor kartu identitas yang terlibat dalam kasus pencucian uang di bawah Dinas Perairan Negeri Sabah.

Ilustrasi
Ilustrasi (financialaffair.com)

Keesokan harinya, menurut Aibee, korban menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Inspektur Wati. 

Menurut dia, korban diberitahu bahwa dia perlu mentransfer uang ke rekening banknya sendiri sebagai dana pembayaran untuk menyelesaikan kasus tersebut. 

“Korban diminta untuk memberikan rekening bank yang jarang digunakan untuk dijadikan tempat mengumpulkan dana untuk pembayaran (penyelesaian) ini,” kata Abiee.

Selama hampir lima bulan, dari Juni hingga awal Oktober, korban berhubungan dengan mereka karena korban diperintahkan untuk melapor melalui aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Nasib Tukang Ojek yang Lapor Polisi karena Ditipu saat Beli Ganja Dapat Rumput, Sempat Ditertawakan

"Setelah itu, selama hampir lima bulan, sejak 29 Oktober tahun lalu hingga 26 Maret, korban melakukan sembilan kali transaksi transfer atau menyetor uang tunai ke rekeningnya sendiri sebesar RM 265.225,50 (Rp 900 juta)," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved