Senin, 27 April 2026

Pojok UMKM

Likasa, Brand Lokal yang Mulai Terkenal, Produsen Pakaian dan Mukena

Liza memulai usahanya tahun 2010 dengan modal awal yang kecil, yang bersumber dari orang tua. Ketika itu Liza masih belum berkeluarga

Editor: IKL
For Serambinews.com
Likasa, Brand Lokal yang Mulai Terkenal, Produsen Pakaian dan Mukena 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH,- SIAPA bilang produsen pakaian itu harus berada di Pulau Jawa? Likasa salah satunya. Likasa adalah produsen pakaian perempuan dan mukena yang beralamat di Banda Aceh, tepatnya di Jalan Pemancar, LR Rahmat, Kompleks Dr Saleh, Desa Lamtemen Timur, Kecamatan Jaya Baru.

Produk-produk Likasa saat ini mulai dilirik masyarakat. Tidak hanya di Aceh, tetapi juga di luar daerah. Produknya antara lain berupa pakaian, daster, gamis dan mukena. Harga jual produk-produknya juga sangat kompetitif, dari kisaran Rp 100.000 sampai Rp 400.000.

“Sebelum menjadi produsen, Likasa lebih dahulu merintis usahanya sebagai pedagang pakaian anak-anak, sejak tahun 2010. Pakaian anak-anak itu dipasok dari Pulau Jawa dan impor,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi.
Likasa sendiri merupakan singkatan dari nama sang pemilik usaha, yaitu Liza Kartika Sari, yang lahir 7 Januari 1988 di Banda Aceh.

Liza memulai usahanya tahun 2010 dengan modal awal yang kecil, yang bersumber dari orang tua. Ketika itu Liza masih belum berkeluarga.

Berkat kesabaran, ketekunan, kerja keras, dan konsisten, usaha perdagangan Liza terus berkembang dan memberikan keberkahan bagi dirinya dan keluarga. Alumni Bahasa Inggris FKIP Universitas Syiah Kuala ini benar-benar total menjiwai usahanya, sehingga tidak pernah sekalipun mendaftar ikut tes CPNS, menjadi guru, atau menjadi karyawan sebuah perusahaan.

“Yang menarik bagi kami sebagai pembina UMKM, ketika kita tanya kepada saudara Liza kenapa tidak menjadi guru atau ikut tes CPNS dan bekerja di perusahaan, ia mengatakan dengan tegas ingin berwiraswasta saja,” ungkap Helvizar Ibrahim.

Bagi Liza ketika itu, yang dipikirkannya adalah bagaimana bisa berdagang dengan jujur dan amanah, menghasilkan uang yang banyak, kemudian bisa investasi buka usaha industri pakaian, dan tidak lupa ibadah kepada Allah SWT. “Doa dan ikhtiar Lisa itu dikabulkan oleh Allah SWT. Pada tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19, dia berani buka usaha industri pakaian jadi kaum hawa,” ucapnya.

Setelah sempat tersendat di awal-awal, apalagi juga masih dalam suasana pandemi, akhirnya memasuki pertengahan 2021, pesanan mulai berdatangan dan terus bertambah setiap minggu. “Promosi dimulai dari ibu-ibu yang menjadi pelanggan baju anak-anaknya. Melalui keluarga, teman dan kerabat dekat, dari mulut ke mulut, WhatsApp dan media sosial,” imbuh Kasi Pelayanan Informasi dan Usaha Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Andri Sufrianzah.

Produk-produk Likasa ternyata langsung mendapat tempat di pasar lokal maupun luar Aceh. Tetapi masalah lain justru muncul, yakni bahan baku pakaian. Pengiriman bahan baku sering terlambat karena stok di Jawa sulit diperoleh. Untuk mendapatkan bahan baku, Liza harus menuggu antrean dari penyalur di pulau Jawa.

Sedangkan pelaksanaan kegiatan usaha, Liza bekerja sama dengan sejumlah UMKM yang bergerak dalam usaha menjahit pakaian perempuan dan mukena. Penjahit lokal diajari bagaimana menjahit produk baju yang efisien dan efektif, sehingga harga jual baju itu jadi kompetitif di pasar dan tidak mahal.

Jenis produk pakaian Lakisa tidak hanya untuk ibu-ibu, tapi untuk remaja putri juga ada, termasuk untuk baju anak perempuan. Kepada konsumen yang membutuhkan pesanan baju anak, bisa menghubungi 082370575550 atau likasa.id.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved