Berita Jakarta
Stok BBM dan Elpiji Dipastikan Aman, Konsumsi BBM Lebaran Diprediksi Naik 11 Persen
Pemerintah melalui Kementerian ESDM memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG untuk kebutuhan masyarakat jelang Lebaran
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian ESDM memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG untuk kebutuhan masyarakat jelang Lebaran dalam kondisi aman.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Rusia-Ukraina telah membebani APBN, baik untuk subsidi dan kompensasi BBM maupun LPG serta juga membebani badan usaha.
"Asumsi ICP dalam APBN 2022 sebesar 63 dolar AS per barel, sekarang sudah kisaran 100 dolar AS per barel.
Padahal kebutuhan APBN sangat urgent untuk pemulihan ekonomi nasional termasuk perlindungan kepada masyarakat kurang mampu," kata Agung, Jumat (15/4/2022).
Untuk jangka pendek, kata Agung, fokus pemerintah menjamin tersedianya pasokan BBM dan LPG yang memadai bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Kebutuhan BBM dan LPG periode Ramadan dan Idul Fitri dipastikan tetap aman dengan stok di atas 20 hari.
"Pemerintah juga terus mengimbau agar masyarakat mampu tidak menggunakan BBM & LPG subsidi, mengingat peruntukannya adalah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Subsidi BBM dan LPG harus tepat sasaran, pengawasan pendistribusian BBM dan LPG bersubsidi akan kita intensifkan," tutur Agung.
Baca juga: Pantau Jual-Beli BBM Pakai Jerigen, Kapolres Lhokseumawe : Kita Akan Tindak SPBU yang Nakal
Baca juga: Sepanjang April 2022, Ditreskrimsus Polda Aceh dan Jajaran Ungkap 9 Kasus BBM Ilegal
Ia menyebut, pemerintah memahami kondisi sulit yang dihadapi masyarakat saat ini, dan pemerintah memperhatikan hal ini dengan mengambil kebijakan terbaik untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Untuk saat ini, dalam jangka pendek kami hanya fokus pada menjamin pasokan BBM dan LPG tetap terjaga, pengawasan juga terus dilakukan," katanya.
"Kita minta pengertian, jangan gunakan BBM dan LPG subsidi yang bukan haknya.
Kita ingin anggaran subsidi bisa benar-benar dipakai untuk menumbuhkan perekonomian," sambung Agung.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) siap merespon adanya perkiraan lonjakan jumlah pemudik yang terjadi pada periode Ramadhan hingga Idul Fitri di tahun ini.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono mengatakan, berdasarkan prediksi pemerintah terdapat sekiranya 85,5 juta pemudik dan 33 juta mobil yang akan bergerak di seluruh Indonesia selama arus mudik Lebaran 2022.
Pemerintah juga terus mengimbau agar masyarakat mampu tidak menggunakan BBM & LPG subsidi, mengingat peruntukannya adalah bagi masyarakat yang membutuhkan.