Kamis, 23 April 2026

Internasional

Turki Gempur Gerilyawan Kurdi Irak, Gencarkan Serangan Dari Udara dan Darat

Pasukan Turki telah meluncurkan serangan lintas perbatasan darat dan udara terhadap gerilyawan Kurdi di Irak utara.

Editor: M Nur Pakar
AP
Sejumlah tank tempur Turki ikut menggempur gerilyawan Kurdi di Irak, Senin (18/4/2022). 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Pasukan Turki telah meluncurkan serangan lintas perbatasan darat dan udara terhadap gerilyawan Kurdi di Irak utara.

Menteri Pertahanan Turki, Senin (18/4/2022) mengumumkan jet tempur dan artileri Turki menyerang sasaran milik Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK di Irak.

Disebutkan, pasukan komando yang didukung helikopter dan pesawat tak berawak menyeberang ke wilayah itu melalui darat atau diterbangkan dengan helikopter.

Menteri Pertahanan Hulusi Akar menyampaikan hal itu dalam sebuah video yang diposting di situs kementerian.

Akar mengatakan jet tempur berhasil menyerang tempat penampungan, bunker, gua, terowongan, depot amunisi dan markas milik PKK.

Kelompok itu mempertahankan pangkalan di Irak utara dan telah menggunakan wilayah itu untuk menyerang Turki.

Baca juga: Rumah Mewah Taipan Minyak Kurdi Irak Hancur Terkena Serangan Rudal Iran Dekat Konsulat AS

Turki telah melakukan banyak operasi udara dan darat lintas perbatasan melawan PKK selama beberapa dekade terakhir.
Serangan terbaru dipusatkan di wilayah Metina, Zap, dan Avashin-Basyan di Irak utara, kata Akar.

“Operasi kami berlanjut dengan sukses, seperti yang direncanakan. Target yang ditetapkan untuk tahap pertama sudah tercapai,” kata Akar.

Tidak ada informasi tentang jumlah pasukan dan jet yang terlibat dalam serangan terakhir.

“Kami bertekad untuk menyelamatkan bangsa kita yang mulia dari bencana teror yang telah melanda negara kita selama 40 tahun,” kata Akar.

“Perjuangan kami akan berlanjut sampai teroris terakhir dinetralisir," ujarnya.

Baca juga: Wanita Kurdi di Irak Utara Terus Mengalami KDRT Mengerikan, Dibakar Hidup-Hidup Sampai Ditembak Mati

Kementerian Pertahanan kemudian mengatakan serangan itu, bernama "Operasi Claw Lock," diluncurkan setelah para militan Kurdi berkumpul kembali dan bersiap untuk serangan skala besar.

Serangan itu dilakukan dalam koordinasi dengan “teman dan sekutu” Turki, tambah kementerian itu, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Masrour Barzani, perdana menteri wilayah otonomi Kurdi Irak yang mengontrol daerah-daerah yang diserang.

Menteri Turki mengatakan serangan itu menargetkan teroris dan sensitivitas maksimum ditunjukkan untuk menghindari kerusakan pada warga sipil dan struktur budaya dan agama.

Tidak ada pernyataan segera dari kelompok militan Kurdi.

Puluhan ribu orang telah tewas sejak PKK, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa, memulai pemberontakan di wilayah tenggara mayoritas Kurdi di Turki pada tahun 1984.(*)

Baca juga: Wanita ISIS di Kamp Suriah Bentrok dengan Penjaga Penjara Wanita Kurdi, Satu Anak Merenggang Nyawa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved