Breaking News:

Pelecehan Seksual

Komnas Perlindungan Anak Soroti Kasus Guru Agama Lecehkan Belasan Murid, Lakukan Trauma Healing

Komisi Nasional Perlindungan Anak terus mengawal kasus pelecehan yang dilakukan guru ngaji SS (39) di Bandung, Jawa Barat....

Editor: Eddy Fitriadi
swissinfo.ch
ILUSTRASI pelecehan seksual. Komnas Perlindungan Anak Soroti Kasus Guru Agama Lecehkan Belasan Murid, Lakukan Trauma Healing. 

SERAMBINEWS.COM - Komisi Nasional Perlindungan Anak terus mengawal kasus pelecehan yang dilakukan guru ngaji SS (39) di Bandung, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, SS telah mencabuli belasan muridnya yang berusia usia 10 dan 11 tahun.

Pembina Komnas Anak, Bimasena, menyebut telah mengawal kasus asusila tersebut sejak awal, sejak keluarga korban melaporkan.

"Saat ini kami akan bersinergi dan berkoordinasi dengan unit PPA Polresta Bandung, melakukan trauma healing. Jangan sampai nanti kejadian ini terulang karena korban bisa menjadi pelaku," kata Bimasena, di Polresta Bandung, Selasa (19/4/2022).

Menurut Bimasena, mencegah kejadian serupa terulang butuh kesadaran dan kepedulian seluruh komponen masyarakat.

"Ini perilaku yang bejat, jadi hukuman seberat apapun tidak akan membuat pelaku kejahatan itu jera," ujarnya.

Bimasena mengatakan, untuk pencegahan, pihaknya makukan kegiatan preventif, khususnya kepada seluruh komponen masyarakat.

"Pemerintah, bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat, termasuk dengan keluarga melakukan langkah-langkah preventif. Jadi tidak hanya tanggung jawab kami," ucapnya.

Menurut Kapolresta Bandung, Kombes Pol, Kusworo, Wibowo, hingga kini belum ada tambahan korban yang melapor, dari kasus kejahatan seksual sesama jenis yang dilakukan SS. Masih tetap jumlah korban asusila yang dilakukan SS, seperti yang diberitakan sebelumnya, berjumlah 12 orang.

"Namun demikian ini membawa dampak, ketika informasi sudah disebar ke masyarakat, bahwa oknum Guru berinisial SS tersebut dijerat dengan perkara pelecehan seksual sesama jenis," ujar Kusworo.

Tentunya, kata Kusworo, ini bisa membawa dampak orang tua murid menanyakan kepada anaknya, yang menjadi murid privat dari pada oknum guru tersebut.

"Bila ada yang menjadi korban, kami dengan tangan terbuka, menerima menyambut pelaporan atau keterangan kesaksian korban baru," tuturnya.

Saat ditanya apakah akan ada hukuman tambahan terhadap guru bejat tersebut, Kusworo, hanya mengatakan, pihaknya bertugas melakukan serangkaian penyelidikan untuk melengkapi alat bukti dan menemukan tersangka.

"Kemudian kami jadikan berkas, kami bawa ke kejaksaan untuk menjadi Penuntut Umum kemudian di Sidangkan. Hasil vonis nanti kita serahkan kepada penilaian hakim," ucapnya.

Kini SS terjerat UUD perlindungan anak pasal 82, nomor 17 tahun 2016, dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Komnas Perlindungan Anak Soroti Kasus Guru Agama Lecehkan Belasan Murid di Bandung"

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved