Luar Negeri

Pakistan Diambang Kerusuhan Sipil Setelah Penggulingan Imran Khan

Banyak yang khawatir bahwa polarisasi mendalam yang dikembangkan oleh Khan menimbulkan ketidakstabilan bagi Pakistan.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/RIZWAN TABASSUM
Pendukung partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang digulingkan, mengibarkan bendera partai sebagai aksi protes menentang penggulingannya di Karachi, Minggu (10/4/2022). 

SERAMBINEWS.COM, ISLAMABAD - Penggulingan Imran Khan dari puncak kekuasaan Pakistan kini dikhawatirkan akan mendorong negara itu ke dalam kekacauan politik yang lebih besar.

Banyak yang khawatir bahwa polarisasi mendalam yang dikembangkan oleh Khan menimbulkan ketidakstabilan bagi Pakistan.

Sementara perdana menteri baru, yang lebih dikenal karena keahliannya sebagai administrator daripada pemimpin karismatik, mungkin tidak dapat mengatasinya.

 

Konspirasi barat


Dalam beberapa hari terakhir, seruan menghasut Khan, yang kembali ke jalur kampanye dengan penuh semangat, telah menempatkan label “ghaddari” – pengkhianat – bagi siapa pun yang menentangnya.

Label itu dia berikan baik untuk partai politiknya, media, aktivis, intelektual dan peradilan, yang menurutnya ternoda dan menjadi bagian dari "konspirasi asing" untuk menggulingkannya.

Berbicara di depan banyak orang pada Rabu (13/4/2022), Khan mengatakan bahwa saat yang menentukan telah tiba, dan bangsa itu harus memilih apakah menginginkan “perbudakan atau kebebasan” dari AS.

Khan menuduh para pemimpin oposisi sebagai "pemerintah impor" yang merupakan "budak AS", dan mengatakan dia dan para pendukungnya akan turun ke jalan sampai pemilihan umum baru diumumkan.

 

Polarisasi ekstrem


“Khan telah mempolarisasi Pakistan ke tingkat yang ekstrem,” kata Pervez Hoodbhoy, seorang analis yang telah banyak menulis tentang Khan dan menyebut mantan perdana menteri itu "seorang populis sejati".

"Hari-hari mendatang akan kacau karena nafsunya yang tak terpuaskan akan kekuasaan membuatnya benar-benar berbahaya bagi negara ini," tambahnya sebagaimana dilansir Guardian pada Senin (18/4/2022).

Di jalan-jalan kota dan kota kecil di seluruh Pakistan, narasi bahwa Khan adalah korban konspirasi barat sangat kuat dan meresap. Ribuan orang terus memprotes untuk mendukungnya.

 
Muhammad Banaras, 35 tahun, seorang penduduk di Islamabad, mengatakan Khan adalah perdana menteri pertama yang "memikirkan orang miskin dan menantang orang yang korup".

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved