Nuzulul Quran
Peringatan Nuzulul Quran, Lamteumen Timur Bagikan Kuah Beulangong untuk Fakir Miskin & Anak Yatim
Menurutnya, kuah beulangong kuliner khas Aceh ini sering dijumpai pada saat peringatan acara-acara besar salah satunya pada peringatan Nuzulul Quran d
Penulis: Misran Asri | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Memperingati malam Nuzulul Quran, Gampong Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru berupaya merawat tradisi dan mencari keberkahan di bulan suci ini, salah satunya dengan memasak kuah beulangong.
Lalu, kuah beulangong tersebut dibagi-bagikan kepada fakir miskin, anak yatim. Tak ketinggalan kuah beulangong tersebut turut dibagikan kepada warga Lamteumen Timur.
Sekadar diketahui kuah beulangong merupakan campuran daging sapi atau kambing dengan bumbu atau rempah-rempah khas Aceh serta tambahan buah nangka maupun pisang kapok yang dimasak dengan menggunakan beulangong atau kuali besar.
Demikian diungkapkan Keuchik Lamteumen Timur, Riazil SSos, kepada Serambinews.com, Senin (18/4/2022).
• Intisari Ceramah Nuzulul Quran di Masjid Raya, Budayakan Kembali Baca Alquran Setelah Magrib
Menurutnya, kuah beulangong kuliner khas Aceh ini sering dijumpai pada saat peringatan acara-acara besar salah satunya pada peringatan Nuzulul Quran dan buka puasa bersama di bulan ramdhan.
"Alhamdulillah kami di Gampong Lamteumen Timur ingin terus merawat tradisi itu dan ini menjadi hal rutin pada saat Ramadan, terutama saat peringatan Nuzulul Quran atau," kata Riazil.
Memperingati malam turunnya Alquran itu lanjut Riazil, Gampong Lamteumen Timur menyembelih 4 ekor sapi yang dibeli dengan cara patungan atau meuripee 100 ribu per kepala keluarga, kecuali bagi fakir miskin anak yatim dan para janda.
Selain itu juga dialokasikan dari dana pendapatan asli gampong (PAG) yang telah disepakati bersama dengan cara musyawarah gampong .
Dari 35 kuali kuah beulangong itu dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim dan janda serta warga di 5 dusun gampong tersebut berdasarkan kupon yang telah dibagikan oleh panitia. Setelah pembagian kuah beulangong yang dimasak kemudian dinikmati untuk penganan berbuka puasa bersama yang dipusatkan di Masjid Baburrahmah gampong setempat.
"Peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum memperbaiki diri. Peringatan Nuzulul Quran 1443 H ini hendaknya dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki, meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan kita terhadap ajaran Alquran,” kata Riazil.
• Doa Nuzulul Quran Dibaca Malam 17 Ramadhan, Ini Amalan Dianjurkan Sesuai Ajaran Rasulullah
Lebih lanjut kata Riazil, hikmah utama dari Peringatan Nuzulul Quran adalah bagaimana seorang hamba itu terus berusaha dan berupaya menjadi orang yang lebih baik dan mengambil hikmah positif dari peristiwa Nuzulul Quran.
"Ini sebuah momentum perubahan besar bagi umat Islam yang dulunya kita hidup tanpa aturan, sehingga dengan adanya Alquran menjadi pedoman kita dalam menjalani hidup di setiap aspek kehidupan. Harapan saya, kita selalu menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup," sebutnya.
Pada kesempatan itu Keuchik Riazil menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Lamteumen Timur yang telah berkontribusi dan berpartisipasi melaksanakan acara kenduri peringatan Nuzulul Quran pada Ramadhan 1443 H.
"Melalui peringatan Nuzulul Quran ini akan menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan tujuan lainnha bisa mempererat ukhuwah silaturahmi seluruh warga Lamteumen Timur khusunya," pungkas Riazil.(*)