Berita Luar Negeri
Wanita Aceh Diduga Jadi Korban Human Trafficking di Malaysia, SUBA Bantu Kepulangan
Korban mengalami gangguan mental dan terdapat sejumlah luka pada bagian tubuhnya, juga ditemukan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) asal Sumut.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Wanita Aceh Diduga Jadi Korban Human Trafficking ke Malaysia, SUBA Bantu Kepulangan
SERAMBINEWS.COM – Seorang wanita Aceh, Sri (21), di duga menjadi korban perdagangan manusia atau human trafficking ke Malaysia.
Informasi tersebut Serambinews.com dapatkan dari Ketua Sosialisasi Ummah Bansigoem Aceh (SUBA) Malaysia, Tgk Bukhari Bin Ibrahim, Selasa (19/4/2022).
Ia mengatakan, wanita berusia 21 tahun tersebut merupakan warga Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
“Benar, sudah kita hubungi pihak keluarganya,” kata Tgk Bukhari saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa, Sri ditemukan oleh warga Indonesia di dekat areal Kuburan China di Pulau Pinang, Malaysia.
Baca juga: IRT Bersama Delapan Pria ke Jaksa Kasus Perdagangan Anak
Baca juga: Delapan Imigran Rohingya Kabur dari BLK Lhokseumawe, Polda Selidiki Sindikat Perdagangan Manusia
Setelah ditemukan dan diajak bicara, diketahui korban memiliki logat Bahasa Aceh.
Orang Indonesia tersebut kemudian menyerahkan korban ke komunitas warga Aceh yang ada di sana.
Kemudian korban diserahkan ke komunitas Aceh di Kuala Lumpur untuk ditelusuri asal muasal gadis 21 tahun yang diduga menjadi korban human trafficking.
“Di temukan di kuburan China Pulau Pinang sekitar 8 hari yang lalu (diperkirakan 11 April 2022),” kata Tgk Ibrahim.
Ketua SUBA itu mengatakan, korban mengalami gangguan mental dan terdapat sejumlah luka pada bagian tubuhnya, juga ditemukan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) asal Sumatera Utara.
Karena itu, SUBA Malaysia melakukan penulusuran hingga ditemukan bahwa korban benar adalah warga Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Baca juga: Catat! 6 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari saat Buka Puasa, Nomor 6 Paling Sering Dikonsumsi
Baca juga: 8 Perempuan Rohingya Kabur, Polda Aceh Selidiki Keterlibatan Sindikat Perdagangan Manusia
Menurut penuturan Tgk Ibrahim, pihak keluarga membenarkan bahwa Sri adalah anggota keluarganya.
“Benar, sudah kita turunkan tim perwakilan ke rumah orang tuanya,” katanya.
“Dia sudah ada di Malaysia sejak November 2021 lalu,” kata Ibrahim, yang menjelaskan bahwa pada saat itu Pemerintah Malaysia belum membuka perjalanan ke negaranya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wanita-aceh-diduga-menjadi-korban-perdagangan-manusia-atau-human-trafficking-ke-malaysia.jpg)