Internasional
Israel dan Hamas Saling Serang, Iran Kritik Normalisasi Negara Arab dengan Israel
Pertempuran bermula dari sebuah roket yang ditembakkan ke Israel pada Senin dari Gaza, dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-roket Israel
YERUSALEM - Israel dan Hamas saling serang pada Senin (18/4/2022) dan Selasa (19/4/2022) di Jalur Gaza.
Pertempuran bermula dari sebuah roket yang ditembakkan ke Israel pada Senin dari Gaza, dan ditembak jatuh oleh pertahanan anti-roket Israel.
"Sirene terdengar di daerah sekitar Jalur Gaza.
Satu roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke wilayah Israel.
Roket itu dicegat oleh Sistem Pertahanan Udara Iron Dome," kata militer Israel dikutip dari AFP.
Belum ada laporan tentang korban jiwa atau luka-luka.
Kemudian, Israel pada Selasa (19/4/2022) pagi melancarkan serangan di Jalur Gaza untuk membalas tembakan roket ditembakkan.
Pesawat Israel menghantam Jalur Gaza selatan, kata saksi mata, sementara sayap bersenjata Hamas mengumumkan bahwa mereka menembaki pesawat Israel.
"Selamat kepada orang-orang perlawanan yang menghadapi jet tempur dengan pertahanan anti-pesawat kami," kata juru bicara Hamas Hazem Qassem seraya mengeklaim serangan Israel menghantam situs kosong.
Baca juga: Roket Diduga dari Hamas Jatuh ke Laut Dekat Tel Aviv, Israel Balas Dengan Serangan Udara ke Gaza
Baca juga: Pasukan Israel Serbu Jenin, Dua Pemuda Palestina Terluka Parah
Para saksi dan sumber keamanan di Jalur Gaza melaporkan, tidak ada korban luka dari serangan itu yang terjadi tak lama setelah sistem pertahanan udara Iron Dome Israel mencegat tembakan roket dari Gaza ke wilayah Israel.
"Menanggapi serangan ini, jet tempur IDF menyerang situs manufaktur senjata organisasi teroris Hamas di Jalur Gaza," kata tentara Israel.
Serangan roket dan serangan udara balasan terjadi setelah bentrok di Masjid Al Aqsa Yerusalem antara polisi Israel dan warga Palestina yang melukai lebih dari 170 orang, sebagian besar demonstran Palestina.
Bentrok Al Aqsa bertepatan dengan bulan suci Ramadhan untuk umat Muslim dan festival Paskah Yahudi.
Pemerintah Israel pimpinan Naftali Bennett berulang kali menyatakan, pasukan keamanan memiliki kebebasan menangani para demonstran.
Adapun Hamas yang menguasai Gaza pada Minggu (17/4/2022) memperingatkan, "Al Aqsa adalah milik kami dan milik kita sendiri" lalu bersumpah untuk membela hak warga Palestina beribadah di sana.
Pemerintah Iran kembali mengkritik beberapa negara Arab yang melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel.
Hal itu disampaikan saat tensi di kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem meningkat akibat aksi penggerudukan pasukan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran Saeed Khatibzadeh mengungkapkan, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian telah mengirim surat ke Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) terkait perkembangan situasi di Al Aqsa.
Abdollahian juga melakukan pembicaraan ekstensif dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
“Melanggar kesucian Masjid Al Aqsa dan menyerang jamaah adalah hasil normalisasi yang keterlaluan,” kata Abdollahian kepada Haniyeh, Senin (18/4/2022), dilaporkan laman Middle East Monitor.
Kepada Abdollahian, Haniyeh mengatakan bahwa rakyat Palestina hanya memiliki dua pilihan, yakni menerima Yudaisasi Al Aqsa atau melawan entitas Zionis.
“Rakyat Palestina dan faksi-faksi perlawanan memilih jalan perlawanan,” ujar Haniyeh.
Sementara itu, Otoritas Palestina telah menyerukan warga untuk bergerak dan berkumpul di Masjid Al Aqsa.
Mereka diminta melindungi situs tersuci ketiga milik umat Islam tersebut dari pasukan keamanan Israel.
Pada 2020, Israel berhasil menyepakati normalisasi diplomatik dengan empat negara Muslim, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.
UEA dan Bahrain sudah mengutuk aksi penggerudukan pasukan Israel ke Masjid Al-Aqsa pekan lalu.(kompas.com/republika.co.id)
Baca juga: Presiden Iran Ancam Israel, Serangan Apapun Akan Dibalas, Sampai Kaum Yahudi Tidak Bisa Beristirahat
Baca juga: Bentrokan Kembali Pecah dengan Polisi Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa, 17 Warga Palestina Terluka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bentrokan-Pecah-di-Jerusalem-Palestina.jpg)