Sabtu, 16 Mei 2026

Video

VIDEO Jejak Masjid Bersejarah Tgk Di Pucok Krueng Beuracan

Rekam jejak sejarah masjid tua ini, dibangun oleh Teungku Abdussalam atau Abdussalim yang lebih dikenal dengan Teungku Chik Di Pucok Krueng.

Tayang:
Penulis: Idris Ismail | Editor: Yuhendra Saputra

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Mentari begitu menyengat ubun-ubun. Namun Selasa (19/04/2022) siang atau persisnya di hari ke 17 Ramadhan 1443 H puluhan warga tak menyurutkan niat untuk menunaikan shalat Dhuhur berjamaah di masjid bersejarah Tgk Di Pucok Krueng, Beuracan, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya.

Masjid ini merupakan cagar budaya yang berada di negeri yang berjuluk Japakeh.

Berada di ruas jalan Banda Aceh-Medan dengan bentuk empat persegi ini dengan mudah ditemukan.

Berdiri kokoh di bantaran Sungai Krueng Beuracan, Meureudu inilah Masjid Tgk Di Pucok Krueng dengan arsitek klasik terus terpelihara sampai saat ini oleh masyarakat dan pemerintah Pijay.

Rekam jejak sejarah masjid tua ini, dibangun oleh Teungku Abdussalam atau Abdussalim yang lebih dikenal dengan Teungku Chik Di Pucok Krueng.

Nama Teungku Chik Di Pucok Krueng inilah yang kemudian ditambalkan pada masjid tertua di Meureudu.

Dari penuturan ketua panitia pembangunan, Tgk Bukhari kepada Serambinews.com, Selasa (19/04/2022) bahwa masjid Cagar Budaya ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada 1607-1636 M atau kini telah berusia 386 tahun.

Dalam catatan, Masjid Teungku Chik Di Pucok Kreung awalnya merupakan masjid satu-satunya selain digunakan warga Beuracan juga digunakan oleh warga ditiga kemukiman, Ulim, Pangwa, dan Beuriwueh.

Selain itu, di masjid ini terdapat satu guci yang dikeramatkan oleh banyak warga.

Tak heran, banyak warga sekitar dan bahkan dari luar daerah 'Meu Kaoi' atau bernazar mengambil air tersebut sebagai penawar segala penyakit.

Namun, ada maklumat (peringatan) larangan mengambil air di guci tersebut bagi kaum wanita yang sedang berhalangan dan dipajang di depan masjid. Jika larangan itu dilanggar maka pada malam hari bangkai tikus akan mengapung pada air guci tersebut.

Pada sisi guci yang merupakan hadiah dari kerajaan Cina itu terdapat gambar naga. Karena dalam Islam melarang gambar sehingga dikikis dan digantikan dengan khat Alquran.

Pendiri Masjid Tgk Di Pucok Krueng, Tgk Abdussalim, merupakan ahli dalam bidang pertanian dengan sebutan Poh Roh alias Peugeut Blang (cetak sawah baru).

Di masanya, Tgk Di Pucok Kreung mampu merintis sebanyak 25 yok (1 Yok sama dengan 1 hektare) areal persawahan yang dijadikan sebagai aset milik masjid atau lazim disebut Tanoh Meusara (Waqaf) yang dikelola untuk kemakmuran masjid.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved