Kamis, 9 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

AS Kirim Jet Tempur ke Ukraina, Rusia Terjunkan Lebih Banyak Pasukan

Amerika Serikat (AS) memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu

Editor: bakri
AFP
Gambar yang diambil dan dirilis oleh citra satelit Maxar menunjukkan gedung apartemen dan toko yang terbakar dan rusak berat di Mariupol, tenggara Ukraina pada 18 Maret 2022. 

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu, terutama Mariupol.

AFP melaporkan, Kementerian Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa Ukraina sudah menerima pesawat tempur dan suku cadangnya untuk meningkatkan pertahanan angkatan udara mereka.

Namun, Kemenhan AS tak menjabarkan lebih lanjut jenis jet tempur yang mereka kirim ke Ukraina.

Bantuan ini datang setelah Ukraina berulang kali mendesak negara Barat menyediakan jet Mig-29 untuk membantu mereka melawan pasukan Rusia.

Namun, tak mudah bagi AS dan negara Barat lainnya mengirimkan bantuan militer ke Ukraina.

Mereka sangat berhati-hati agar tak menyulut emosi Rusia.

Sementara itu, Rusia semakin intensif melakukan serangan di Ukraina timur, termasuk Mariupol.

Ledakan terus terdengar dan korban jiwa berjatuhan.

Mereka yang bertahan harus berhadapan dengan fakta pahit.

Baca juga: Menteri Luar Negeri Ukraina Minta Bantuan Bulgaria, Kirim Persenjataan ke Negaranya

Baca juga: Ultimatum Rusia ke Pasukan Ukraina di Mariupol, Hidup atau Mati Berakhir, Hanya Lima Orang Menyerah

Setidaknya 2.000 orang tak punya persediaan air minum dan makanan.

Serangan yang terus terjadi membuat komandan marinir di PLTN Azovstal, Serhiy Volyna, meminta bantuan ke seluruh pemimpin dunia.

Ia mengatakan, pasukannya sangat terancam dan bak menghadapi hari-hari terakhir hidupnya di tengah invasi Rusia.

"Musuh melebihi jumlah kami, 10 banding satu," katanya.

Menanggapi gempuran Rusia ini, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan agar kedua negara segera menyepakati gencatan senjata menjelang Pekan Suci Ortodoks.

"Alih-alih merayakan kehidupan baru, Paskah kali ini bertepatan dengan serangan Rusia di Ukraina timur," kata Guterres.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved