Konflik Rusia vs Ukraina
AS Kirim Jet Tempur ke Ukraina, Rusia Terjunkan Lebih Banyak Pasukan
Amerika Serikat (AS) memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memberi bantuan jet tempur ke Ukraina pada Rabu (20/4/2022) untuk melawan Rusia yang kian brutal di kawasan timur negara itu, terutama Mariupol.
AFP melaporkan, Kementerian Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa Ukraina sudah menerima pesawat tempur dan suku cadangnya untuk meningkatkan pertahanan angkatan udara mereka.
Namun, Kemenhan AS tak menjabarkan lebih lanjut jenis jet tempur yang mereka kirim ke Ukraina.
Bantuan ini datang setelah Ukraina berulang kali mendesak negara Barat menyediakan jet Mig-29 untuk membantu mereka melawan pasukan Rusia.
Namun, tak mudah bagi AS dan negara Barat lainnya mengirimkan bantuan militer ke Ukraina.
Mereka sangat berhati-hati agar tak menyulut emosi Rusia.
Sementara itu, Rusia semakin intensif melakukan serangan di Ukraina timur, termasuk Mariupol.
Ledakan terus terdengar dan korban jiwa berjatuhan.
Mereka yang bertahan harus berhadapan dengan fakta pahit.
Baca juga: Menteri Luar Negeri Ukraina Minta Bantuan Bulgaria, Kirim Persenjataan ke Negaranya
Baca juga: Ultimatum Rusia ke Pasukan Ukraina di Mariupol, Hidup atau Mati Berakhir, Hanya Lima Orang Menyerah
Setidaknya 2.000 orang tak punya persediaan air minum dan makanan.
Serangan yang terus terjadi membuat komandan marinir di PLTN Azovstal, Serhiy Volyna, meminta bantuan ke seluruh pemimpin dunia.
Ia mengatakan, pasukannya sangat terancam dan bak menghadapi hari-hari terakhir hidupnya di tengah invasi Rusia.
"Musuh melebihi jumlah kami, 10 banding satu," katanya.
Menanggapi gempuran Rusia ini, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan agar kedua negara segera menyepakati gencatan senjata menjelang Pekan Suci Ortodoks.
"Alih-alih merayakan kehidupan baru, Paskah kali ini bertepatan dengan serangan Rusia di Ukraina timur," kata Guterres.
Rusia unggah video serangan presisi
Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu (20/4/2022) mengunggah sebuah video yang menunjukkan sebuah amunisi pintar memusnahkan pos komando tentara Ukraina.
Markas besar unit militer Ukraina dihancurkan oleh serangan yang tepat.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, serangan oleh amunisi artileri presisi tinggi Krasnopol dikirimkan ke pos komando yang diintai, dari pos komando infanteri mekanik Ukraina yang terletak di gedung sebuah lokasi industri.
Markas besar unit itu dihancurkan oleh serangan yang tepat.
"Senjata presisi itu dipandu, dan akurasi serangan dikendalikan oleh tim kendaraan udara tak berawak," ujar pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir TASS.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan, pesawat taktis operasional Angkatan Dirgantara Rusia melenyapkan 31 target militer Ukraina.
Rusia mengerahkan kekuatan militernya ke kota-kota besar dan kecil di Ukraina dan mengerahkan lebih banyak pasukan ke medan perang.
Dilansir Gulf Today, Rabu (20/4/2022), Rusia berusaha untuk membelah dalam pertempuran yang berpotensi untuk menguasai jantung industri tambang batu bara dan pabrik di timur Ukraina.
Pertempuran pada Selasa (19/4/2022) berlangsung di sepanjang front berbentuk bumerang yang panjangnya ratusan mil di tempat yang dikenal sebagai Donbass.
Jika berhasil, itu akan memberi Presiden Rusia Vladimir Putin kemenangan setelah gagal menaklukkan Kyiv.
Sementara itu, Rusia memberikan ultimatum baru kepada para pejuang Ukraina yang masih bertahan di Mariupol untuk menyerah pada Rabu.
Ribuan tentara Rusia yang didukung oleh artileri dan serangan roket maju dalam apa yang oleh pejabat Ukraina disebut Pertempuran Donbass.
Di Mariupol, pasukan Ukraina mengatakan bahwa militer Rusia menjatuhkan bom berat untuk meratakan apa yang tersisa dari pabrik baja yang luas dan menghantam sebuah rumah sakit.
Kharkiv dan Kramatorsk juga berada di bawah serangan mematikan.
Rusia juga mengatakan telah menyerang daerah sekitar Zaporizhzhia dan Dnipro di barat Donbass dengan rudal.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov mengatakan, pasukannya membombardir banyak lokasi militer Ukraina, termasuk konsentrasi pasukan dan depot penyimpanan hulu ledak rudal.
Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.
Invasi Rusia yang telah berlangsung selama hampir delapan pekan telah gagal untuk merebut salah satu kota terbesar di Ukraina, memaksa Moskwa untuk kembali fokus di dalam dan sekitar wilayah separatis di Donbass.(cnnindonesia.com/republika.co.id/kompas.com)
Baca juga: PBB: 2.104 Warga Sipil di Ukraina Tewas dan 2.862 Terluka Sejak Dimulainya Serangan Rusia
Baca juga: 8 Jenderal Rusia Tewas dalam Perang Ukraina, Magomed Tushaev, Vitaly Gerasimov dan Vladimir Frolov
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kota-mariupol-hancur-di-ukraina.jpg)