Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jakarta

Teladan Srikandi Indonesia, Hasri Ainun Donasi Mata dan Perjuangan Kemanusiaan

Salah satunya dengan mengupayakan fatwa halal donasi mata dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membantu para tunanetra

Tayang:
Editor: bakri
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Mantan Presiden RI, BJ Habibie (73) dan istrinya, Dr Hasri Ainun Habibie. 

Salah satunya dengan mengupayakan fatwa halal donasi mata dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membantu para tunanetra dan menjadi penggagas pendirian Bank Mata.

Berkat jasa dan dedikasinya itu pula, nama Ainun diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit di daerah Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Kisah Hasri Ainun Besari dan Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie menjadi panutan bagi pasangan suami istri.

Selama keduanya menikah hingga maut memisahkan tak pernah muncul selentingan miring dalam rumah tangga mereka.

Ainun lahir di Semarang, 11 Agustus 1937, dari pasangan Mohamad Besari dan Sadarmi Sosrowijoto.

Dia kemudian pindah ke Bandung, Jawa Barat, sebelum melanjutkan studi ke Jakarta.

Saat di Kota Kembang itu Ainun berjumpa dengan Habibie.

Namun, jalan keduanya sempat terpisah setelah masing-masing lulus sekolah lanjutan tingkat atas.

Habibie lantas melanjutkan pendidikan ke Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung.

Setelah itu, dengan dibiayai sang ibu, Habibie kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Rhein Westfalen, Jerman, jurusan teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang.

Baca juga: Cucu Habibie Sindir DPR Pengkhianat Pasca Sahkan UU Cipta Kerja: Kita Dijajah Bangsa Sendiri

Baca juga: 2 Alasan Cerdas BJ Habibie Melepaskan Timor Leste: Saya Tak Mau Ambil Risiko Ini


Di Jakarta, Ainun kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) dan lulus sebagai dokter pada 1961.

Setahun setelahnya, dia bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai asisten dokter anak.

Pada 1962, Habibie menikah dengan Ainun.

Setelah menikah dengan Habibie, ia diboyong ke Jerman dan harus rela meninggalkan kariernya sebagai dokter.

Hidup di negeri orang yang amat berbeda dari segi budaya membuat Ainun butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved