Breaking News:

Pojok UMKM

Cachanda Brownies, Produsen Kue Lebaran Lokal yang Masih Bertahan

Kue brownies yang diproduksinya mendapat respon pasar cukup tinggi, sehingga menimbulkan semangatnya, sehingga mulai berani memasarkan ke toko-toko

Editor: IKL
For Serambinews.com

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bulan lalu, Dinas Koperasi dan UKM Aceh meninjau beberpa pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Banda Aceh dan Aceh Besar, yang bergerak dalam usaha kue kering lebaran.

Dari peninjauan itu, masih ada beberapa pelaku usaha yang memproduksi kue untuk persediaan Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah ini. Satu diantaranya, sebut Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Ir Helvizar Ibrahim MSi, adalah pelaku UMKM Cachanda Brownies dan Cookies, yang beralamat di Jalan Pemancar, Lorong Rahmad, No. 9 Banda Aceh.
Dikatakan, berdasarkan penjelasan pendiri dan pelaku usaha Cachanda brownies dan cookies, Jamilah Aqib, kepada petugas konsultan Diskop dan UKM Aceh, sebelum memproduksi brownies, cookies dan kue kering untuk lebaran, ia lebih dulu merintis usaha produk jenis kue lainnya, seperti timpan pada tahun 1997, dengan maksud untuk mendapatkan tambahan penghasilan rumah tangga.

Pada tahun 2000, kata Jamilah Aqib, berbekal resep brownies dari sebuah tabloid langganannya, dengan sedikit improvisasi, ia memproduksi kue brownies dan memasarkan kepada kerabat, tetangga, dan sahabat. Kue brownies yang diproduksinya mendapat respon pasar cukup tinggi, sehingga menimbulkan semangatnya, sehingga mulai berani memasarkan ke toko-toko swalayan di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Jamilah Aqib mengatakan, produksi kue browniesnya cepat terkenal dan disenangi konsumen, karena di saat bersamaan di televisi sedang ada pemuratan sinetron Indonesia berjudul Brownies. Sinetron ini, sangat disenangi kaum perempuan, sehingga turut membantu pemasaran kue brownies produksinya saat itu. Apalagi pelaku usaha kue di Banda Aceh dan Aceh Besar, belum banyak yang memproduksi brownies.

Harga jual brownies Cachanda, sebut Jamilah Aqib, sangat terjangkau. Antara Rp 35.000-Rp 250.000/toples. Untuk kue kering lebaran ukuran kecil dijual dengan harga Rp 100.000/toples dan ukuran besar Rp 250.000/toples.
Konsumen kue Cachanda, kata Jamilah Aqib, berasal dari semua lapisan masyarakat. Mulai dari pegawai, ibu rumah tangga, remaja, dosen, guru, dan medis, serta lainnya. Cachanda, dalam memproduksi kue brownies, cookies dan kue kering untuk lebaran, mengikuti perkembangan selera konsumen. Kualitas dan mutu, menjadi yang utama agar produknya tetap diminati pelanggan dan konsumen.

Kue produksi Cachanda, ungkap Jamilah Aqib, sudah bersertifikat halal dari MUI. Untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam memproduksi brownies dan cookies serta kue kering untuk lebaran, dirinya juga sering ikut seminar kewirausahaan, melakukan sertifikasi produk, menjaga kebersihan, dan mengikuti tren terbaru perkembangan berbagai jenis dan model kue-kue basah maupun kering, yang sedang berkembang di kalangan masyarakat.

KUE PRODUK CACHANDA - Berbagai jenis kue lebaran produksi Cachanda.
KUE PRODUK CACHANDA - Berbagai jenis kue lebaran produksi Cachanda. (For Serambinews.com)

Lewat keberhasilan Cachanda, memproduksi kue basah dan kering dari tahun 2000-2022, yang sudah sudah berusia 22 tahun, kata Jamilah Aqib, sejumlah karyawan yang pernah bekerja bersamanya, sudah banyak juga yang mandiri, buka usaha buat kue, mengikuti jejak dirinya dalam berwirausaha. Dia mengaku senang, karena mantan karyawannya sudah banyak yang membuka usaha kue basah dan kering. “Ini merupakan amal ibadah di akhirat nanti,” ujarnya.

Jamilah Aqib mengatakan, kehadiran mantan karyawannya di pasaran kue basah dan kering, tidak dijadikan sebagai pesaing, melainkan mitra kerja. Karena, jika dirinya mendapat banyak order dan tak mampu memenuhi orderan itu, maka sebagian akan dilimpahkan ke pelaku usaha kue lainnya. Dengan persyaratan kue yang diproduksi, kualitas dan mutunya harus bisa standar dengan kualitas dan mutu kue Cachanda. Anda yang ingin memesan kue lebaran produksi Cachanda, bisa menghubungi no Hp 0813 6029 8263.

Kabid PUK Diskop dan UKM Aceh, M Surya Putra SE MSi dan Kasi Pelayanan Informasi dan Usaha PLUT KUMKM Diskop dan UKM Aceh, Andri Sufrianzah mengatakan, pihaknya sangat senang mendengar banyak pelaku UMKM yang masih memproduksi kue-kue lebaran di Banda Aceh dan Aceh Besar, serta daerah lain.

Menurut informasi dari pedagang kebutuhan pokok di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar dan Pasar Kampung Baru, Banda Aceh, jumlah pedagang kue kering lebaran lokal dalam lima tahun terakhir ini sudah menurun, dampak dari meningkatnya penjualan kue kering pabrikan dari Medan dan Pulau Jawa.

“Setelah dilakukan kunjungan ke lokasi pelaku UMKM kue kering lokal di Banda Aceh dan Aceh Berar, Alhamdulillah, mereka masih berproduksi,” ujar Andri Sufrianzah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved