Minggu, 19 April 2026

Waspada Tsunami Malam Hari, Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level Siaga

Kepala Badan Geologi, Eko Budi Lelono mengatakan, Gunung Anak Krakatau pernah menimbulkan tsunami Selat Sunda pada 2018.

Tribunnews
Aktivitas Gunung Anak Krakatau 

Tidak hanya BPBD, Dwikorita juga memastikan lembaganya akan siap siaga memastikan semua peralatan berfungsi dengan baik untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. "Kami juga pastikan semua peralatan berjalan baik artinya belum sampai level masih tapi penyiapan kemungkinan terburuk perlu kita cek," kata Dwikorita.

Baca juga: Minta Duel Ulang, Dillian Whyte Tuduh Tyson Fury Telah Lakukan Kecurangan

Baca juga: Siswi SMP di Medan Disetubuhi Teman Pria Pelajar SMA, Nenek Curiga Ada Bercak Darah di Celana korban

Baca juga: Sebut Pekerjaannya Tahun Ini Mudah, Carlo Ancelotti Optimis Real Madrid Juarai Liga Spanyol

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan mengatakan pihaknya telah melakukan langkah mitigasi, seperti memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang pada 2018 diterjang tsunami. "Kita sudah imbau untuk tetap tenang, waspada dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas kecuali dari pemerintah," katanya.

Ia juga memastikan sejumlah tempat evakuasi telah disiapkan jika nanti diperlukan. "Kami juga menyiapkan titik-titik evakuasi atau pengungsian di beberapa tempat seperti di Kecamatan Rajabasa ada SMA 1 Kunjir, di Kalianda ada lapangan tenis indoor juga di Katibung dan Sidomulyo bagaimana wilayah dulu yang terdampak tsunami besar 2018," katanya.

BPBD juga telah membagikan masker untuk daerah-daerah terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kami juga bagikan masker beberapa wilayah yang sudah terdampak debu vulkanik. Ada beberapa desa yang sudah," kata dia.

Terkait informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, Dwikorita meminta masyarakat tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung yang tersebar di media sosial. Ia menyarankan masyarakat memantau informasi yang bersumber dari PVMBG, Badan Geologi, dan BMKG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). BMKG kata dia akan mengabarkan informasi teranyar ihwal status gunung api tersebut melalui saluran resmi.

"Perlu dipahami waspada bukan evakuasi, waspada artinya berhati-hati dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan dengan tetap memperhatikan informasi dari pihak berwenang yaitu BMKG badan geologi, dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," ujar Dwikorita.

Sementara Eko Budi Lelono mengatakan Badan Geologi masih terus memonitor peningkatan status Gunung Anak Krakatau.

"Jika masyarakat ingin mengetahui terkait perkembangan terkini mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, bisa dilihat di situs resmi PVMBG Badan Geologi, atau datang langsung ke pos pengamatan," ujarnya.(tribun network/fah/dod)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved