Berita Aceh Singkil
Harga Sawit Tiba-tiba Anjlok, Bupati Aceh Singkil Ingatkan Perusahaan
"Anjloknya harga sawit mengagetkan, saya sudah perintahkan Sekda, Kadis Perkebunan surati pabrik agar tidak turunkan harga sawit secara drastis,"
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, tiba-tiba anjlok.
Dari sebelumnya dikisaran Rp 2.900 per kilo di tingkat petani jatuh ke Rp 1.900 per kilo.
Terkait hal itu Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid mengatakan, telah meminta jajarannya agar mengingatkan perusahaan pabrik kelapa sawit tidak menurunkan harga secara drastis.
"Anjloknya harga sawit mengagetkan, saya sudah perintahkan Sekda, Kadis Perkebunan surati pabrik agar tidak turunkan harga sawit secara drastis," ujarnya.
Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Selatan Turun Tiba-tiba, Penampung Alami Kerugian
Menurut Dulmusrid, jatuhnya harga sawit secara tiba-tiba menyebabkan kerugian Rp 1.000 per kilo bagi masyarakatnya yang berprofesi sebagai pengepul.
"Tadinya beli mahal, tiba-tiba turun warga kami rugi Rp 1.000 per kilonya, kalau kali sekian ton sudah berapa kerugian," tukas Dulmusrid.
Turunya harga sawit terjadi sejak Persiden Jokowi stop ekspor CPO.
Namun sebut Bupati Aceh Singkil, larangan ekspor CPO semestinya tidak diikuti penurunan harga sawit rakyat secara signifikan.
Melainkan tetap dalam batas kewajaran, sehingga tidak terjadi kerugian besar di masyarakat.
Khususnya masyarakat Aceh Singkil, yang mayoritas menggantungkan hidup dari perkebunan kelapa sawit.
Baca juga: Harga Emas Anjlok, Berikut Daftar Harga Emas Per Gram Hari Ini Selasa 26 April 2022
Sementara itu menurut informasi turunnya harga sawit lantaran terjadi penumpukan TBS di pabrik.
Turunnya harga sawit dikisaran Rp 1.000 per kilo juga terjadi di perusahan pabrik kelapa sawit.
Sehari sebelumnya harga sawit di perusahaan masih di atas Rp 3.000 per kilo.
Namun setelah terjadi penurunan harga sawit berada dikisaran Rp 2.000 per kilo.
Diketahui lebih dari 70 persen warga Aceh Singkil, menggantungkan hidup dari kelapa sawit.
Saat sawit naik sepanjang 2021 berhasil mengurangi dampak kemerosotan ekonomi akibat pandemi Covid-19.(*)
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Negara Nagan Raya, Dua Warga Abdya Meninggal Dunia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pekerja-menurunkan-sawit-dari-becak-di-kawasan-gosong-telaga-barat-singkil-utara.jpg)