Berita Aceh Singkil
Terkait Larangan Ekspor CPO Oleh Presiden, Ini Pernyataan GAPKI
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyampaikan pernyataan resmi, terkait kebijakan larangan ekspor crude palm oil (CPO) oleh Presiden
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyampaikan pernyataan resmi, terkait kebijakan larangan ekspor crude palm oil (CPO) oleh Presiden Jokowi. Setidaknya, ada empat poin pernyataan GAPKI.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyampaikan pernyataan resmi, terkait kebijakan larangan ekspor crude palm oil (CPO) oleh Presiden Jokowi.
Setidaknya, ada empat poin pernyataan GAPKI.
Pernyataan itu disampaikan Tofan Mahdi Ketua Bidang Komunikasi GAPKI melalui keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Rabu (27/4/2022).
Pertama sebagai pelaku usaha perkelapasawitan, GAPKI mendukung setiap kebijakan pemerintah terkait sektor kelapa sawit.
"Kami menghormati dan akan melaksanakan kebijakan, seperti yang disampaikan oleh Presiden," tulis Tofan.
Selanjutnya, GAPKI akan memonitor perkembangan di lapangan setelah berlakunya kebijakan tersebut.
Baca juga: UPDATE INFO Harga Sawit di Aceh Singkil Tiba-tiba Anjlok
Poin ketiga GAPKI, mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam mata rantai industri sawit untuk memantau dampak kebijakan tersebut terhadap keberlanjutan usaha sektor kelapa sawit.
Terakhir GAPKI menyatakan, jika dalam perjalannya kebijakan ini membawa dampak negatif kepada keberlanjutan usaha sektor kelapa sawit. Maka, akan meminta pemerintah melakukan evaluasi.
Sebagaimana diketahui, pascapernyataan pelarangan ekspor CPO oleh Persiden terjadi penurunan harga tandan buah segar kelapa sawit petani di Kabupaten Aceh Singkil.
Dari sebelumnya di atas Rp 3.000 per Kg menjadi dikisaran Rp 2.000 per Kg di tingkat petani.
Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid mengaku telah perintahkan jajarannya untuk mengingatkan perusahaan pabrik kelapa sawit agar tidak menurunkan harga kelapa sawit secara drastis.
Sebab, hal itu merugikan masyarakatnya.
"Masyarakat kami dikagetkan dengan anjloknya harga sawit. Kami minta pabrik tidak menurunkan harga secara drastis," ujar Dulmusrid.
Mengingat mayoritas penduduk Aceh Singkil, menggantungkan hidup dari kelapa sawit.
Sehingga, jatuhnya harga sawit berdampak pada perekonomian masyarakat.(*)
Baca juga: Harga Sawit Tiba-tiba Anjlok, Bupati Aceh Singkil Ingatkan Perusahaan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pekerja-menurunkan-sawit-dari-becak-di-kawasan-gosong-telaga-barat-singkil-utara.jpg)