Video
VIDEO Menjelang Idul Fitri Omzet Meningkat, Usaha Kue Kering Rumahan Banjir Orderan
Tahun sebelumnya omzet yang didapat sebanyak Rp 6 juta, namun pada tahun ini Tiwi memprediksi keuntungannya bisa naik mencapai Rp 20 juta.
Penulis: Bagus Setiawan | Editor: Hari Mahardhika
Laporan Bagus Setiawan | Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Lebaran Idul Fitri tentunya identik dengan kue kering selain ketupat, rendang dan makanan khas yang lain.
Saat mendekati lebaran masyarakat mulai berburu kue-kue kering, baik di pasar maupun dari usaha rumahan yang ada.
Dimas Dewi Pertiwi atau akrab disapa Tiwi, seorang pengusaha rumahan kue kering yang ada di desa Mendale, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.
Tiwi mengatakan, penjualan pada bulan Ramadhan mendekati lebaran tahun ini lebih meningkat dari 2 tahun sebelumnya.
Amatan Serambinews.com, di kediamannya pada, Kamis (28/4/2022), ia tampak sedang membuat kue kering jenis choco chips.
Dalam sehari, minimal ia mampu membuat sebanyak 4 toples ukuran 500 gram dengan beberapa jenis kue yang ia produksi seperti corn flake, bangkit susu, choco chips dan nastar.
Selain kue kering, ia juga memproduksi bolu yang setiap tahun penjualannya juga meningkat.
Harga 1 toples dengan berat 500 gram dibandrol dengan harga Rp 75 ribu, kemudian untuk 1 toples ukuran 1 kilogram dijual seharga Rp 160 ribu, sedangkan untuk hampers dengan berat 1,15 kilogram Rp 230 ribu.
Tahun sebelumnya omzet yang didapat sebanyak Rp 6 juta, namun pada tahun ini Tiwi memprediksi keuntungannya bisa naik mencapai Rp 20 juta.
Meski demikian, Tiwi mengaku lancarnya penjualan kue ini bukan berarti ia tidak mengalami kendala.
Saat ini mahalnya harga bahan baku juga berimbas terhadap modal produksi kue miliknya.
Namun di tengah harga bahan baku mahal, Tiwi tidak menaikkan harga jual, agar tidak mengurangi minat pembeli atau pelanggannya.(*)
Narator: Syita
Video Editor: Hari Mahardhika