Rabu, 15 April 2026

Video

VIDEO - Trump Ancam Kolombia dan Kuba: AS Siap Perluas Operasi di Amerika Latin

Trump menyebut Amerika Serikat siap mempertimbangkan intervensi militer lanjutan di Amerika Latin.

|

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras ke kawasan Amerika Latin. Tak berhenti pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, Trump kini menyasar Kolombia dan Kuba sebagai target berikutnya.

Ancaman tersebut disampaikan Trump pada Minggu (4/1/2026), sehari setelah operasi militer Amerika Serikat di Caracas yang berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya.

Trump secara terbuka menyebut Presiden Kolombia Gustavo Petro sebagai target potensial, bahkan mengisyaratkan kemungkinan penangkapan terhadap kepala negara tersebut. Selain Kolombia, Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintahan Kuba akan segera tumbang.

Baca juga: AS Serang Venezuela & Tangkap Presiden: Trump Kuasai Minyak, Apakah Legal di Hukum Internasional?

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Amerika Serikat siap mempertimbangkan intervensi militer lanjutan di Amerika Latin. Ia bahkan menyamakan kondisi Kolombia dengan Venezuela.

“Pemerintah di Bogota dijalankan oleh orang-orang sakit yang memproduksi kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat,” ujar Trump.

Meski tidak menyampaikan secara gamblang rencana konkret, Trump menyebut operasi militer di Kolombia sebagai “ide yang bagus”, pernyataan yang langsung memicu ketegangan baru di kawasan.

Presiden Kolombia Gustavo Petro merespons keras ancaman tersebut. Ia menyerukan persatuan negara-negara Amerika Latin untuk menghadapi tekanan dan agresi dari Amerika Serikat.

“Amerika Serikat adalah negara pertama dalam sejarah manusia yang mengebom ibu kota Amerika Selatan,” tulis Petro dalam unggahan panjang di media sosial X.
“Amerika Latin harus bersatu,” tegasnya.

Baca juga: VIDEO 5 Pemimpin Dunia yang Pernah Digulingkan Amerika, Terbaru Presiden Venezuela

Sebagaimana diketahui, Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap pasukan Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026). Washington menuding Maduro bekerja sama dengan geng kriminal dan kartel narkoba yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.

Namun, pemerintah Venezuela berulang kali membantah tuduhan tersebut, termasuk klaim keterlibatan dalam jaringan narkoba dan terorisme internasional.

Di tengah eskalasi ini, Amerika Serikat juga mengklaim akan mengambil alih kendali penuh atas Venezuela, termasuk penguasaan aset strategis sektor minyak dan gas yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi negara tersebut.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved