Kamis, 7 Mei 2026

Internasional

Presiden Ukraina Tuduh Rusia Memeras Eropa, Energi Gas Jadi Senjata Perang Kremlin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia melakukan pemerasan energi terhadap Eropa.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Sergei SUPINSKY
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia melakukan pemerasan energi terhadap Eropa.

Dia menyampaikan hal itu setelah Moskow menghentikan pengiriman gas alam ke Polandia dan Bulgaria.

Dalam pidato malam kepada rakyatnya, Zelenskyy mengatakan Kremlin tidak hanya mempertimbangkan energi, tetapi perdagangan sebagai senjata untuk digunakan melawan negara-negara Eropa.

“Rusia hanya menunggu saat ketika satu atau beberapa wilayah perdagangan dapat digunakan untuk memeras Eropa secara politik,"ujarnya.

"Atau memperkuat mesin militer Rusia, yang melihat Eropa bersatu sebagai target,” katanya, seperti dilansir AFP, Jumat (29/4/2022).

Baca juga: Uni Eropa Tuduh Rusia Memeras Anggotanya, Gazprom Hentikan Pasokan Gas ke Polandia dan Bulgaria

“Oleh karena itu, semakin cepat semua orang di Eropa mengakui tidak bergantung lagi pada Rusia dalam perdagangan, semakin cepat pula stabilitas pasar Eropa," klaimnya.

Eropa bergantung pada Moskow untuk lebih dari sepertiga kebutuhan gas dan perusahaan energi negara Rusia Gazprom memegang monopoli atas pasokan pipa.

Gazprom beralasan perusahaan Polandia dan Bulgaria tidak membeli gas dalam bentuk Rubel, sehingga pasokan terpaksa dihentikan ke dua negara itu.(*)

Baca juga: Amal Clooney Sebut Ukraina Sudah Menjadi Rumah Jagal, Tepat di Jantung Eropa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved