Berita Luar Negeri

Intelijen Militer Inggris Ungkap Aktivitas Militer Rusia di Ukraina, Termasuk Jumlah Tentara Tewas

Penilaian tersebut ditambahkan ke laporan intelijen AS dan Inggris bahwa pasukan Rusia telah menderita kerugian besar dalam konflik tersebut

Editor: Muhammad Hadi
AP
Tank Rusia berpatroli di Kota Mariupol, Ukraina yang telah berhasil dikuasai, walau masih ada perlawanan dari tentara Ukraina. 

Intelijen Militer Inggris Ungkap Aktivitas Militer Rusia di Ukraina, Termasuk Jumlah Tentara yang Tewas

SERAMBINEWS.COM - Perang Rusia Ukraina belum berakhir.

Militer Rusia dan pasukan Ukraina masih saling serang untuk menghancurkan lawannya.

Bahkan berbagai laporan korban tewas kedua belah pihak pun saling klaim.

Negara lain juga mengumpulkan data intelijen Perang Rusia Ukraina.

Badan intelijen pertahanan militer Inggris mengatakan pada hari Senin (2/5/2022) bahwa Rusia mengerahkan sekitar 65% dari seluruh pasukan tempur daratnya untuk perang di Ukraina.

Bahwa lebih dari seperempat dari mereka kemungkinan telah membuat pertempuran tidak efektif.

Baca juga: China Tuduh NATO Mengacaukan Eropa, Apakah Sekarang Mau Picu Konflik di Asia Pasifik dan Dunia?

Penilaian tersebut ditambahkan ke laporan intelijen AS dan Inggris bahwa pasukan Rusia telah menderita kerugian besar dalam konflik tersebut, bahkan ketika Moskow menekan serangannya di timur dan selatan.

Beberapa unit paling elit Rusia, termasuk Pasukan Lintas Udara, “telah mengalami tingkat gesekan tertinggi,” kata badan tersebut.

Bahkan menambahkan: “Mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun bagi Rusia untuk menyusun kembali pasukan ini.”

Militer Inggris baru-baru ini memperkirakan bahwa sekitar 15.000 tentara Rusia telah tewas dan kemungkinan dua kali lebih banyak yang terluka dalam pertempuran itu.

Baca juga: Pendeta dan Polwan Digerebek di Pastori, Kabid Humas Polda: Kami Sangat Menyesali Kejadian Ini

Pasukan invasi Rusia diperkirakan mencakup sekitar 120 kelompok taktis batalion, masing-masing dengan antara 700 dan 1.000 tentara.

Pada minggu-minggu awal perang, Rusia berusaha menyerang dari berbagai arah, menyebarkan pasukannya ke wilayah yang luas yang mencakup Kyiv di utara, Kharkiv di timur, Mariupol di tenggara, dan Mykolaiv di barat daya.

Tetapi rencana Kremlin untuk merebut negara itu dengan cepat gagal dan Rusia mundur, dengan banyak unit yang tersisa akan kembali ke Belarus dan Rusia untuk pulih.

Ketika Rusia meluncurkan serangan baru dua minggu lalu yang bertujuan untuk merebut wilayah di Ukraina timur.

Baca juga: Sanksi Baru Invasi ke Ukraina, Uni Eropa Bahas Rencana Hapus Penggunaan Minyak Rusia Secara Bertahap

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved