Liga 1 2022
Diduga Pukul Anggota Brimob Sumbar, Kiper PSIS Semarang Diperiksa Polisi
Setelah cukup barang bukti dan peran-perannya dalam dugaan tindak kejahatan yang dilakukannya Polresta Padang akan menetapkan tersangkanya.
SERAMBINEWS.COM, PADANG - Kiper PSIS Semarang Jandia Eka Putra diperiksa di Polresta Padang karena diduga menganiaya anggota Brimob di Objek Wisata Pantai Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Minggu (8/5/2022).
Menurut keterangan polisi, kejadian cekcok yang diduga dilakukan Jandia Eka itu bermula tendangan bola yang dilakukan kelompok pemain di pantai yang nyaris mengenai anggota keluarga Brimob yang tengah berwisata.
Jandia diduga melakukan pemukulan terhadap anggota Satbrimobda Sumbar di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Adriansyah, mengatakan dugaan pemukulan ini berawal dari cekcok yang terjadi di Pantai Padang.
Saat itu anggota Brimob Polda Sumbar sedang berwisata di Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah.
Aparat ini berwisata bersama keluarga, membawa anak dan istri.
Baca juga: Resmi Lepas Kontingen untuk SEA Games 2021, Jokowi: Kita Ingin Indonesia Masuk Ketiga, Kedua,
Baca juga: Hasil SEA Games 2022: Vietnam Bungkam Timnas Indonesia 3 Gol Tanpa Balas
Baca juga: Shin Tae-yong Marah! Timnas Indonesia Diberi Lapangan Latihan Jelek: Lebih Buruk dari Lapangan SD
Baca juga: Warga Vietnam Panjat Pagar Stadion Demi Nonton Latihan Timnas Indonesia, Tiket Pertandingan Habis
"Mereka bermain dan bola yang ditendang oleh pemuda ini hampir mengenai keluarga anggota Brimob ini," kata Kompol Dedy Adriansyah dilansir dari Tribun Padang.com
Kondisi inilah yang kemudian memicu cekcok.
"Akhirnya terjadilah pemukulan terhadap anggota Brimob oleh pemuda yang bermain bola tersebut," katanya.
Kompol Dedy Adriansyah, menambahkan siapa saja yang melakukan pemukulan saat ini masih didalami.
Pihaknya masih mendalami keterangan dari saksi dan korban.
"Untuk yang memukul masih kita dalami keterangan dari saksi dan korban.
Sementara sudah ada beberapa yang mengakui perbuatannya," kata Kompol Dedy Adriansyah Putra.
Sampai saat ini Polresta Padang masih melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang yang diduga pelaku pemukulan.
Peran mereka pun masih didalami.