Jumat, 24 April 2026

Situs Sejarah

Situs Sejarah Ceruk Mendale Takengon Ditutup, Ini Kata Pemerhati Sejarah

Momen lebaran, kata Salman, adalah kesempatan bagi pemerintah daerah dalam memperkenalkan situs sejarah Ceruk Mendale tentang sejarah Gayo kepada masy

Penulis: Romadani | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ROMADANI
Pantauan Serambinews.com, Minggu (8/5/2022) terlihat objek wisata loyang Mendale dikunci serta tidak ada petugas penjaga di lokasi sejarah tersebut. 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Situs sejarah Ceruk Mendale di Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah tampak sepi dari pengunjung.

Pantauan Serambinews.com, Minggu (8/5/2022) terlihat akses masuk ke objek wisata loyang Mendale terkunci serta tidak ada petugas penjaga di lokasi sejarah tersebut.

Pemerhati Sejarah dan Budaya Gayo, Dr Salman Yoga kepada Serambinews.com, Senin (9/5/2022) mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah belum siap menerima wisatawan ke Aceh Tengah.

"Ini sebagai cerminan ketidaksiapan pemerintah daerah menjadikan Kabupaten Aceh Tengah sebagai tujuan wisata," kata Salman.

Menurut Salman, Tujuan wisata ke Aceh Tengah tidak hanya wisata alam dan kuliner.

VIDEO Objek Wisata Gua Loyang Mendale Sepi Pengunjung

Namun, wisata situs sejarah juga bisa dinikmati oleh wisatawan dari luar daerah Gayo.

"Seharusnya ini tidak terjadi, liburan panjang Idul Fitri sudah bisa dibaca jauh-jauh hari dan dipersiapkan," ujar Salman.

Momen lebaran, kata Salman, adalah kesempatan bagi pemerintah daerah dalam memperkenalkan situs sejarah Ceruk Mendale tentang sejarah Gayo kepada masyarakat luas.

Ia memaklumi ketidaksiapan Disdikbud Aceh Tengah pasca renovasi dan pembangunan pagar agar tidak merusak fosil purba yang terdapat di loyang Mendale tersebut.

"Mungkin ini alasan mengapa dikunci ya, karena renovasi pagar dan pembangunan di sekitar loyang Mendale," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah Drs Uswatuddin MAP objek wisata loyang Mendale sudah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata setempat.

"Kalau masalah wisatanya dipegang Dinas Pariwisata, tapi petugas penjaganya masih di bawah kendali kita," kata Uswatuddin, Senin (9/5/2022).

Kadisdik Aceh Tengah menambahkan, tidak selama lebaran pintu gerbang ditutup dan dikunci. Hanya dua hari saja ditutup berhubung penjaga loyang Mendale juga mudik.

"Informasi dari Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah, tidak selama lebaran penjaga ceruk mendale dan ujung karang mengunci pintu arah ke ceruk tersebut, hanya dua hari saja berhubung penjaga kedua ceruk tersebut juga mudik," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved