Senin, 27 April 2026

Otomotif

Arab Saudi Kembangkan Taksi Listrik Terbang, Para Pemimpin Penerbangan Dunia Dikumpulkan di Riyadh

Kerajaan Arab Saudi memiliki rencana ambisius, membangun transpotasi udara untuk perkotaan, khususnya kota masa depan NEOM.

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Taksi terbang, Volocopter. di Arab Saudi 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi memiliki rencana ambisius, membangun transpotasi udara untuk perkotaan, khususnya kota masa depan NEOM.

Untuk mewujudkan hal itu, para pakar dan pemimpin penerbangan dari seluruh dunia dikumpulkan dalam Forum Penerbangan Masa Depan.

Dilansir ArabNews, Senin (9/5/20220, acara dua hari itu untuk memperlihatkan kemajuan dalam perjalanan udara internasional.

Bahkan Arab Saudi menrgargetkan dapat menghasilkan $100 juta dari sektor penerbangan pada 2030.

Dipimpin oleh Otoritas Umum Penerbangan Sipil, acara ini menampilkan lebih dari 120 pembicara dan dua ribu peserta dengan 40 sesi tentang penumpang, keberlanjutan, dan pemulihan pasca-Covid-19.

Di antara sektor lainnya, industri penerbangan Kerajaan sedang mewujudkan cetak biru Visi 2030 yang ambisius.

Sektor transportasi dan logistik sudah menjadi sorotan dengan NEOM, proyek pengembangan Kerajaan senilai $500 miliar, sekitar Rp 7.266 triliun.

Baca juga: Taksi Drone EHang Kejutkan Pengunjung International Motor Show (IIMS) Hybrid 2022

Arab Saudi terus melempar gagasan taksi terbang untuk membangun layanan logistik vertikal yang terintegrasi dengan sistem angkutan umum tanpa emisi.

Proyek akhir tahun lalu mengumumkan usaha patungan dengan produsen pesawat Jerman Volocopter.

Dimana, membangun dan mengoperasikan sistem mobilitas vertikal publik pertama yang dipesan lebih dahulu di dunia.

NEOM mengkonfirmasi operasi akan dimulai dalam dua hingga tiga tahun setelah memesan 15 taksi listrik, mobilitas udara Volocopter.

Pesanan awal mencakup sepuluh pesawat dalam kota VoloCity dan lima pesawat logistik VoloDrone, sebuah drone angkut berat yang semuanya bertenaga listrik.

Jika ini tidak cukup, Airbus bulan lalu menandatangani kesepakatan dengan The Helicopter Company.

Salah satu operator helikopter berlisensi pertama di Kerajaan yang didukung oleh Dana Investasi Publik, untuk membangun ekosistem mobilitas udara perkotaan global.

Baca juga: VIDEO Wahana Kapal Terbang Jadi Rebutan Wisatawan di Danau Bungara Aceh Singkil

Kesepakatan itu akan memperkenalkan armada helikopter baru yang akan beroperasi di Kerajaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved