Berita Banda Aceh
Tim Sembilan Lembaga Vertikal Temui Wali Nanggroe, Laporkan Kendala Pembangunan di Aceh
Kepada Wali Nanggroe, masing-masing perwakilan lembaga vertikal tersebut menyampaikan berbagai kendala dan solusi percepatan pembangunan Aceh.
Namun sayangnya, selama ini ekspor komoditas yang dilakukan berupa raw material atau bahan mentah.
Sehingga tidak memberikan nilai tambah terhadap komoditas-komoditas yang diekspor.
“Ini yang harus diubah. Bagaimana bahan baku ini dikemas sehingga menambah nilai tambah,” tegas Safuadi.
Tidak mau tinggal diam, Kanwil Bea Cukai Aceh selama ini telah melakukan pembinaan kepada para pelaku ekspor, mulai dari tingkat Aceh hingga ke pedesaan.
Namun persoalannya, tambah Safuadi, jika tidak ditunjang oleh pemerintah setempat, Kanwil Bea Cukai tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kami di bea cuka adalah fungsi pembimbingan, fungsi mendorong, peningkatan kapasitas supaya link mereka ke luar negeri bisa jalan,” kata Safuadi.
Ia juga menyinggung tentang iklim investasi di Aceh, dimana menurutnya selama ini para investor enggan untuk melakukan kegiatan investasi di Aceh karena fasilitas investasi belum terpenuhi.
“Ini yang harus diubah. Ini harus disadari oleh semua perangkat satuan kerja di daerah. Bahasa kita pemulia jame, tapi nyatanya kita tidak memuliakan para tamu investor yang datang ke Aceh,” sebut Safuadi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktoran Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Imanul Hakim, menyampaikan informasi bahwa RPP Zakat sebagai pengurangan pajak telah sampai ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Sudah dikirim ke Kemendagri dari Gubernur Aceh, dan mereka harus ada proses dari Kemeterian Keuangan, dikoordinasi dengan Kumham, itu sudah lintas kementerian,” sebut Imanul.
Sementara itu, Achris Sarwani selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh mengtakan, pihaknya siap mendukung kegiatan perbankan di Aceh, dalam hal ini perbankan Syariah.
“BI mendukung bank daerah kalau disini berati Bank Aceh yang Syariah. Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran, bersama OJK mendukung bagaimana fungsi bank itu semakin lengkap,” kata Achris.
Untuk melengkapi itu, tambah Achris, memang butuh waktu, karena kapasitas teknis Bank Aceh harus menuju ke level yang lebih tinggi.
BI akan terus mengawal agar kelengkapan tersebut terealisasi cepat.
Masukan kepada Wali Nanggroe juga disampaikan oleh Kepala OJK Aceh, Yusri.