Breaking News

Internasional

Istri Tentara Terjebak di Pabrik Baja Mariupol Menggambarkan Suaminya Hanya Memiliki Nafas Terakhir

Para istri tentara Ukraina yang terperangkap di bawah pabrik baja Azovstal yang terkepung di Mariupol ingin dunia tahu apa yang sedang dialami suami

Editor: M Nur Pakar
(AFP/ALEXANDER NEMENOV
Tentara dan sukarelawan Rusia membagikan roti di Mariupol, UKraina pada 12 April 2022 

SERAMBINEWS.COM, ROMA - Para istri tentara Ukraina yang terperangkap di bawah pabrik baja Azovstal yang terkepung di Mariupol ingin dunia tahu apa yang sedang dialami suami mereka.

Mereka berharap pesan mereka akan membantu menyelamatkan suaminya sebelum mereka menjadi korban dalam perang melawan Rusia .

"Saat ini, mereka hanya memiliki nafas terakhir," kata Kateryna Prokopenko kepada The New York Times tentang tentara yang terperangkap, termasuk suaminya, Letnan Kolonel Denys Prokopenko.

Yulia Fedosiuk, yang suaminya Sersan. Arseniy Fedosiuk juga di antara mereka yang berada di bawah pabrik yang luas itu, mengatakan mungkin ada sebanyak 3.000 orang masih hidup di dalam.

"Seluruh dunia menasihati mereka untuk menyerah tanpa memahami, berarti kematian bagi mereka," kata Fedosiuk kepada Times .

Prokopenko (27) dan Fedosiuk (29) berbicara hampir setiap hari dengan suami mereka melalui sistem komunikasi satelit Starlink milik Elon Musk, menurut laporan itu.

Baca juga: Pertempuran Sengit Pecah di Ukraina Timur, Pejuang Pabrik Baja Mariupol Terus Bertahan

Meskipun semua wanita, anak-anak dan orang tua telah dievakuasi dari pabrik baja, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan para pejuang Ukraina masih membuat perlawanan.

Dikatakan, pasukan Rusia masih berusaha menghabiskan tentara Ukraina yang tersisa di pabrik baja Mariupol, tetapi tidak akan berhasil.

Iryna Vereshchuk menegaskan para tentaranya di Mariupol akan terus berupaya mempertahkan kawasan industri baja Mariupol dari serangan pasukan Rusia.

Pasukan Rusia sepenuhnya berharap dapat menguasai kota strategis dan penting itu yang terletak di selatan Ukraina.

Dilaporkan, asap mengepul dari Metallurgical Combine Azovstal di Mariupol, di wilayah pemerintahan Republik Rakyat Donetsk, timur Mariupol, Ukraina,

Tetapi, pertempuran sengit berkecamuk di pabrik baja yang terkepung di Mariupol.

Karena, pasukan Rusia berusaha menghabisi pertahanan terakhir kota itu dan menyelesaikan perebutan pelabuhan vital strategis itu.

Baca juga: Presiden Ukraina Tuduh Rusia Ciptakan Kamp Konsentrasi di Kota Terkepung dan Hancur Mariupol

.Prokopenko dan Fedosiuk mengatakan waktu hampir habis ketika suami mereka menghadapi kondisi yang mengerikan.

Dikatakan, suami mereka kekurangan makanan dan air bersih dan dikelilingi oleh mayat rekan pejuang mereka yang telah membusuk.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved