Tim Universitas Syiah Kuala Studi Banding ke Spanyol
Studi banding tersebut dalam rangka melaksanakan program internasional Erasmus Spirit, sebagaimana dikatakan Koordinator Tim USK, Prof Dr Hizir
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan studi banding ke Universitat Politècnica deValència (UPV) di Kota Valencia, Spanyol, selama enam hari (9-14 Mei 2022).
Studi banding tersebut dalam rangka melaksanakan program internasional Erasmus Spirit, sebagaimana dikatakan Koordinator Tim USK, Prof Dr Hizir kepada Serambinews.com, Kamis (12/5/2022) siang.
Menurut Hizir, kegiatan yang berlangsung di Kota Valencia tersebut melibatkan negara Indonesia, Sri Lanka, India, dan Eropa.
Dari Indonesia, kata Hizir, terpilih USK, Universitas Sumatera Utara (USU), dan Intitut Pertanian Bogor (ITB).
“Ada tiga hal yang kita bahas dalam progam Erasmus ini. Pertama, manajemen dan bisnis olahraga. Kedua, sport medicine dan gizi olahraga. Ketiga, penerapan IT dalam physical education,” ujar Hizir.
Baca juga: Mau Ikut? Total Hadiah Sampai 1 Miliar, KEMENAG Gelar Lomba Film Pendek Islami, Ini Syaratnya
Baca juga: Foto Ibunya Mesum dengan Pak Kades Heboh, Anak Malu dan Minta Ayah Cerai
Wakil Rektor USK Bidang Kerja Sama ini menambahkan, dari tiga perguruan tinggi yang diundang mewakili Indonesia, hanya USK yang memiliki Jurusan Pendidikan Olahraga.
“Artinya, kita sangat beruntung membahas soal olahraga dan kesehatan dari universitas ini, karena USK memang punya Jurusan Pendidikan Olahraga. Kita bisa belajar banyak tentang manajemen dan bisnis olahraga, gizi, dan pendidikan jasmani. Apalagi, kita tahu Spanyol adalah negara yang terkenal dengan berbagai bidang olahraga,” ucap Hizir yang jebolan Jerman.
Adapun tim USK yang ikut studi banding kali ini adalah dua orang dosen Pendidikan Olahraga, yakni Dr Syamsulrizal MKes dan Dr Yenni Marlina MPd dan dua orang dari Fakultas Kedokteran, yakni Prof Dr Yusni MKes., AIF dan dr Iflan Nauval MScIH, SpGK (K), SpKKLP, AIFO-K.
“Untuk program Erasmus Spirit ini, tim UKS sudah lengkap. Ada Dekan FKIP dan Doktor Yenni Marlina yang mewakili bidang olahraga. Ada juga Prof Yusni pakar fisiologi serta kedokteran olahraga dan dokter Iflan, ahli gizi dan nutrisi olahraga,” kata Hizir.
Menurut Hizir, nantinya FKIP dan FK USK akan menjadi pionir untuk menyosialisasikan program ini kepada fakultas lain di lingkungan USK.
Baca juga: Sejarah Baru Migas Aceh, Premier Oil Mulai Pengeboran Sumur Timpan Blok Andaman II
Salah seorang anggota tim USK, Syamsulrizal, mengaku kagum dengan Universitat Politècnica deValència (UPV).
Meskipun universitas tersebut tidak memiliki jurusan pendidikan olahraga, tetapi prasarana dan sarana keolahragaannya sangat komplit dan maksimal.
“Venue olahraga di sini sudah sangat luar biasa. Kalau kita gambarkan dengan kata-kata, sudah luks dan high class. Bukan hanya bidang olahraga bola kaki, olahraga lainnya juga sangat didukung oleh fasilitas yang sangat luar biasa,” ujar Syamsulrizal.
Dekan FKIP USK ini mengaku sangat senang dapat terlibat dalam program Erasmus Spirit karena selama di Valencia, ia bisa belajar pengembangan kurikulum keolahragaan negara-negara Eropa dari Universitat Politècnica deValència (UPV).
“Kami pelajari kurikulum olahraga dan kedokteran di Eropa melalui Universitas Politecnica Valencia. Output-nya berupa silabus. Ini masih tahap awal. Kita akan terus melakukan pengembangan dan perbaikan untuk pendidikan di USK,” imbuh mantan wakil bupati Aceh Besar itu. (*)
Baca juga: Padahal Jaraknya Dekat, Kenapa Orang Arab Tidak Mau Berkunjung ke Palestina? Terbongkar Alasannya
