Breaking News:

Berita Nagan Raya

Nagan Raya Perketat Perbatasan Kabupaten Cegah PMK Hewan Ternak, Buka Posko Pengaduan

Pemkab Nagan Raya bersama Polres memperketat pengawasan tiga titik akses perbatasan kabupaten upaya mencegah dari penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan

Penulis: Rizwan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Spanduk posko pengaduan PMK di Nagan Raya, Jumat (13/5/2022) 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya bersama Polres memperketat pengawasan tiga titik akses perbatasan kabupaten upaya mencegah dari penyakit mulut dan kuku ( PMK) hewan ternak.

Ternak yang tidak dilengkapi surat sehat dilarang masuk ke Nagan Raya.

Tiga titik perbatasan di Kuala Pesisir yakni perbatasan Nagan Raya - Aceh Barat.

Berikutnya di Kecamatan Darul Makmur yakni perbatasan Nagan Raya - Abdya serta di Kecamatan Beutong yakni jalur Nagan Raya - Aceh Tengah.

"Tiga titik ini tim melarang baik ternak yang akan masuk atau yang keluar," kata Plt Kadis Pertanian dan Peternakan (Distannak) Nagan Raya, Tarmizi SP kepada Serambinews.com, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: 546 Sapi di Langsa Bergejala PMK, Satu Mati, Sampel Dibawa ke Medan, Warga Diimbau tak Lepas Ternak

Menurut Tarmizi, tim yang akan memeriksa dari Polres, Polsek serta dari Pemkab.

"Namun bila diketahui bahwa ternaknya sehat yang dibuktikan surat keterangan baru baru dibolehkan masuk atau juga keluar," katanya.

Dikatakan, selain upaya melarang juga dilakukan sosialisasi kepada pihak agen ternak atau pe ternak sehingga penularan PMK tidak terjadi di Nagan Raya.

"Kami meminta peran aktif semua kalangan untuk sama-sama melakukan pencegahan sehingga daerah kita terhindari dari wabah PMK. Apalagi kita ketahui bahwa 3 kabupaten di Aceh telah ditemukan wabah PMK ini," jelasnya.

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Tanda Paru-paru tak Sehat

Buka Posko

Plt Kadistannak Nagan Raya menyatakan, selain sosialisasi pihaknya bersama Polres juga telah membuka posko pengaduan dan informasi terkait wabah PMK.

Posko tersebut berlokasi di Puskeswan Simpang Peut, Kecamatan Kuala.

Pada posko disiagakan tenaga ahli hewan yakni dokter hewan.

Silakan bagi masyarakat yang memiliki ternak melakukan koordinasi dan melaporkan bila ada ternak sapi atau kerbau yang memiliki gejala PMK," kata Tarmizi.

Penyakit PMK tersebut, ujar Tarmizi memiliki gejala yakni suhu panas (dipegang dipangkal teliga), lendir di mulut, lepuh di hidung, lidah menyulur, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada kaki berbatasan dengan kuku dan nafas cepat.(*)

Baca juga: DKPP Lhokseumawe Perjelas Kembali, Daging Ayam KFC Aman, Bakteri Hanya Terkandung Pada Air Cucian

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved