Minggu, 10 Mei 2026

Gatal-gatal Saat Cuaca Panas, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menurut Oke, keringat berlebih akibat cuaca panas juga meningkatkan risiko infeksi jamur kulit seperti panu dan kadas atau kurap.

Tayang:
Editor: Nurul Hayati

Menurut Oke, keringat berlebih akibat cuaca panas juga meningkatkan risiko infeksi jamur kulit seperti panu dan kadas atau kurap.

SERAMBINEWS.COM - Sebagian wilayah di Indonesia sedang dilanda cuaca panas.

Akibatnya, banyak masyarakat yang mengeluhkan kulit terasa gatal. 

Dokter spesialis kulit dan kelamin yang sekaligus Dosen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman dr. Ismiralda Oke Putranti menjelaskan, cuaca panas berhubungan dengan gatal-gatal.

Hal tersebut berkaitan dengan respons tubuh terhadap cuaca yang panas dengan cara mengeluarkan keringat, untuk menjaga suhu tubuh tetap konstan.

Apabila keringat yang diproduksi cukup banyak, sedangkan saluran atau pori untuk mengeluarkan keringat ini tidak lebar atau bahkan tersumbat.

“Terutama pada orang-orang yang kulitnya sensitif dan kering, kulit mati sering kali menyumbat pori,” ujar Oke menjelaskan efek cuaca panas pada kulit, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (14/5/2022).

Baca juga: Gelombang Panas Terparah Landa India, Saat Burung-burung Berjatuhan dari Pohon

Lebih lanjut, keringat akan terperangkap dan merangsang timbulnya reaksi peradangan, ditandai dengan timbulnya bintil-bintil merah dengan lenting air di permukaannya dan disertai rasa gatal.

“(Bintil merah gatal) kita kenal sebagai biang keringat (keringat buntet) atau dalam bahasa medisnya miliaria,” papar Oke.

Selain itu, pada area tertentu seperti pada kulit kepala, wajah, telinga, ketiak dan seputar kemaluan, cuaca panas juga merangsang produksi minyak berlebih pada area kulit berambut.

Kadar minyak yang cukup banyak, menyebabkan meningkatnya kolonisasi jamur yang normal ada di kulit yang disebut dengan Malassezia furfur.

“Peningkatan kolonisasi jamur ini juga akan mencetuskan reaksi peradangan pada area kulit berminyak tersebut yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, dan berketombe,” tutur dia.

Bagaimana mengatasai rasa gatal pada kulit karena cuaca panas?

Baca juga: Berawan hingga Hujan dengan Intensitas Sedang, Prediksi Cuaca Sebagian Aceh Hingga Tiga Hari Kedepan

Menurut Oke, keringat berlebih akibat cuaca panas juga meningkatkan risiko infeksi jamur kulit seperti panu dan kadas atau kurap.

“Sehingga rasa gatalnya semakin hebat bila berkeringat atau lembab,” jelasnya.

Dalam hal perawatannya, masing-masing masalah yang berkaitan dengan rasa gatal pada kulit tersebut dapat dilakukan dengan cara tersendiri.

Cuaca panas juga dapat membuat keringat berlebih yang berpotensi menyebabkan biang keringat, maka saat suhu panas diusahakan agar berada di ruangan yang sejuk dan keringkan area yang timbul biang keringat.

“Bisa dioleskan bedak kocok,” tuturnya.

Sementara itu, efek cuaca panas pada kulit kepala yang menyebabkan dermatitis seboroik atau ketombe dan infeksi jamur, pengobatan dapat segera diperiksakan ke dokter terdekat untuk mendapatkan terapi secara tepat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.cem dengan judul: Cuaca Panas Sebabkan Rasa Gatal pada Kulit, Kok Bisa?

Baca juga: Hari Ini Terpantau Tiga Titik Panas di Aceh, Ini Lokasinya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved