Berita Aceh Tamiang
Kasus PMK di Tamiang Terus Meningkat, Aceh Tamiang Butuh Obat 30 Ribu Dosis
Kebijakan yang dilakukan saat ini ialah memperketat transaksi ternak dari luar daerah dan terus memberikan vitamin kepada sapi.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi di Aceh Tamiang terus meningkat dan sudah menyentuh 3.485 kasus. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang berharap usulan obat 30 ribu dosis ke Kementerian Pertanian segera terealisasi.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Aceh Tamiang, penyebaran penyakit ini paling marak terjadi di tiga kecamatan, yakni Seruway 1.192 kasus, Bandamulia 511 kasus dan Bendahara 500 kasus. Sementara dua kecamatan, Sekerak dan Tamiang Hulu masih dinyakan bersih dari penyebaran kasus ini.
“Dari 12 kecamatan di Aceh Tamiang, dua kecamatan Sekerak dan Tamiang Hulu clear, tidak ada ditemukan kasus PMK,” kata Kepala Distanbunak Aceh Tamiang, Safuan, Senin (16/5/2022).
Meski begitu, bukan berarti pihaknya tidak menaruh perhatian untuk mencegah kemungkinan masuknya PMK ke dua daerah itu. Kebijakan yang dilakukan saat ini ialah memperketat transaksi ternak dari luar daerah dan terus memberikan vitamin kepada sapi.
“Kami bersama Polri dan TNI masih mengaktifkan Posko di perbatasan, artinya larangan melintas ternak kaki empat tetap diberlakukan,” ujarnya.
Melalui metode ini, Distanbunak Aceh Tamiang telah berhasil menyembuhkan 567 ekor sapi dari PMK, sedangkan kasus kematian baru 13 ekor sapi. “Angka kematian juga tidak tinggi, sejauh ini hanya 13 ekor sapi yang mati,” ungkapnya.
Safuan berharap permohonan bantuan obat yang diajukan ke Kementerian Pertanian terealisasi secepatnya. Dia mengakui bantuan vitamin, obat penurun panas dan antibiotik yang diserahkan langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ketika berjunjung ke Aceh Tamiang pada Kamis (12/5/2022) lalu tidak memadai.
“Itukan masih simbolis, jumlahnya masih jauh dari yang kita butuhkan. Kami membutuhkan 30 ribu dosis obat,” kata Safuan.(*)
Baca juga: Ternak Terindikasi Gelaja PMK di Bireuen Bertambah, Hasil Laboratorium Belum Keluar