Rabu, 3 Juni 2026

Internasional

Komandan Tentara Yaman Selamat dari Serangan Bom Mobil Milisi Houthi

Sebuah bom mobil menargetkan komandan tentara Yaman di kota pelabuhan selatan Aden, ibu kota sementara negara.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Polisi menjaga lokasi serangan bom mobil di Aden, Yaman, Minggu (10/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Sebuah bom mobil menargetkan komandan tentara Yaman di kota pelabuhan selatan Aden, ibu kota sementara negara.

Sehiangga, memicu ledakan besar yang mengguncang kota itu, menurut seorang pejabat keamanan setempat.

Mayor Jenderal Saleh Ali Hasan, komandan operasi gabungan di Rezim Militer ke-4 yang berbasis di Aden, sedang berada di dalam SUV bersenjata di Mualla, sebuah distrik di Aden, ketika sebuah mobil di dekatnya meledak.

Komandan tentara itu selamat dari ledakan, yang juga merusak mobilnya.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Pihak berwenang menyalahkan Houthi yang didukung Iran atau Al-Qaeda dan ISIS atas serangkaian serangan serupa yang menargetkan pejabat keamanan dan militer di kota itu.

Baca juga: PBB Sambut Baik Penerbangan Komersial Pertama dari Sanaa, Ibu Kota Yaman

Jenderal Shalal Ali Shaea, komandan unit kontraterorisme di Aden, menuduh organisasi teroris melakukan serangan untuk merusak perdamaian dan keamanan di kota.

“Pemboman teroris tidak akan menghalangi kami untuk membangun keamanan dan stabilitas,” kata Shaea kepada wartawan setempat saat mengunjungi lokasi ledakan.

Ledakan itu terjadi saat Dewan Kepemimpinan Presiden baru negara itu berusaha menyatukan kekuatan yang terfragmentasi di bawah kendalinya dan memulihkan perdamaian di provinsi-provinsi yang dibebaskan di Aden.

Dalam pengumuman terpisah, maskapai nasional Yaman Yemenia mengatakan akan mengoperasikan penerbangan komersial pertama dari Sanaa yang dikuasai Houthi ke Amman pada Senin (16/5/2022).

Setelah pemerintah Yaman mengizinkan penumpang untuk bepergian dengan paspor yang dikeluarkan oleh Houthi.

Penerbangan itu dijadwalkan berlangsung pada 24 April tetapi dibatalkan setelah Houthi bersikeras menambahkan lusinan penumpang dengan paspor yang dikeluarkan di wilayah mereka.

Baca juga: Arab Saudi Lanjutkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Hodeidah, Yaman

Pada Sabtu (13/5/2022), Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed Awadh bin Mubarak mengatakan dimulainya kembali penerbangan dari bandara Sanaa setelah upaya besar pemerintahnya, koalisi Arab, utusan PBB dan Jordania.

“Meringankan penderitaan rakyat kami di seluruh Yaman akan tetap menjadi perhatian utama kami,” kata menteri Yaman di Twitter.

Melanjutkan penerbangan dari Sanaa adalah salah satu syarat dari gencatan senjata dua bulan yang ditengahi PBB yang mulai berlaku pada 2 April 2022.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved