Kamis, 14 Mei 2026

Berita Nagan Raya

Harga TBS Sawit Semakin Anjok di Nagan Raya, PMKS Tampung Rp 1.300 - Rp 1.700/Kg

Kadis Perkebunan Nagan Raya, Abdul Latif MP ditanyai Serambinews.com mengakui bahwa harga beli atau tampung sawit terus mengalami penurunan di Nagan

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com
Kadis Perkebunan Nagan Raya, Abdul Latif. 

Kadis Perkebunan Nagan Raya, Abdul Latif MP ditanyai Serambinews.com mengakui bahwa harga beli atau tampung sawit terus mengalami penurunan di Nagan Raya.

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya semakin anjlok.

Harga beli/tampung tingkat pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Nagan Raya per 17 Mei 2022 yakni terendah Rp 1.300/kg dan tertinggi Rp 1.700/kg.Penurunan harga ini jauh dari pekan lalu Rp 2.200 hingga Rp 2.650/kg serta jauh berbeda dengan harga ditetapkan pemerintah hingga Rp 3.000/kg.

Di Nagan Raya terdapat 11 PMKS.

Namun yang menampung TBS sawit warga meski memiliki kebun sendiri sebanyak 8 PMKS, sedangkan 3 PMKS lain tidak bersedia menampung TBS warga berdalih punya kebun sendiri.

Data terbaru Selasa (17/5/2022) diperoleh Serambinews.com dari Dinas Perkebunan Nagan Raya per 17 Mei harga beli pada 8 PMKS adalah PT Fajar Baidury Brother (FBB) Rp 1.700/kg, PT Ensem Rp 1.400/kg, PT Sawit Nagan Raya Makmur (SNRM) Rp 1.300/kg, PT Barata Subur Persada (PT BSP) Rp 1.600/kg.

Berikutnya PT Ujong Neubok Dalam (UND) Rp 1.600/kg, PT Karisma Iskandar Muda (KIM) Rp 1.300/kg, PT Raja Marga Rp 1.650/kg dan PT Surya Panen Subur (SPS)2 Rp  1.500/kg.

Sedangkan tiga PMKS di Nagan Raya belum pernah beli TBS warga adalah PT Socfinfo Kebun Seunagan, PT Socfinfo Kebun Seumayan, dan PT Kalista Alam.

Baca juga: PMKS di Aceh Jaya Tetap Beli TBS Sawit Masyarakat, Humas PT Syauqat Agro: Kami Tidak Punya Kebun

Kadis Perkebunan Nagan Raya, Abdul Latif MP ditanyai Serambinews.com mengakui bahwa harga beli atau tampung sawit terus mengalami penurunan di Nagan Raya.

"Iya benar, terus mengalami penurunan," kata Latif.

Diakuinya, dari informasi diperoleh bahwa penurunan harga TBS dampak dari larangan ekspor CPO ke luar negeri oleh pemerintah pusat.

Terkait harapan bisa kembali ekspor, sudah disampaikan pihak PMKS dalam rapat di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh pada Kamis lalu.

"Kadis Tanbun Aceh akan menyampaikan hal itu dalam pertemuan di Jakarta besok (Rabu). Ada rapat di Jakarta," katanya.

Dijelasnya, dengan pembahasan di Jakarta diharapkan bisa ada solusi atau jalan keluar, sehingga semua pihak tidak dirugikan baik petani/warga dan PMKS.

Apalagi, persoalan harga TBS turun terjadi secara nasional di Indonesia.

Informasi lain diperoleh Serambinews.com menjelaskan, harga beli oleh pengumpul dari petani/masyarakat lebih rendah lagi, belum lagi biaya potong, angkut serta lainnya.(*)

Baca juga: Beredar Info PMKS di Aceh Jaya Tidak Beli TBS Lagi, Begini Faktanya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved