Berita Aceh Tenggara
Bappeda Agara Akan Jadikan Tiga Benteng Rakyat Alas Melawan Belanda Sebagai Objek Wisata Sejarah
Yusrizal berharap, agar keberadaan tiga benteng rakyat Alas yang ada di Aceh Tenggara juga dibahas Pusat Kajian Kebudayaan Gayo secara khusus.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Saifullah
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Revitalisasi tiga benteng perlawanan rakyat Alas yang ada di Aceh Tenggara (Agara) akan dijadikan program strategis daerah, sehingga ke depan bisa dijadikan objek wisata sejarah.
Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Aceh Tenggara, Yusrizal kepada Serambinews.com, Rabu (18/5/2022).
Menurut Yusrizal, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari dari hasil Bincang Sejarah Seri #1, “118 Tahun Pembantaian Rakyat Gayo-Alas oleh Belanda (1904-2022)” yang digelar Pusat Kajian Kebudayaan Gayo pada 12 Mei 2022 lalu.
“Sangat kita apresiasi. Ini penting untuk ingatan kolektif kita bersama, khususnya masyarakat Aceh Tenggara. Momentum pembantaian rakyat Gayo-Alas pada Maret-Juni, jangan sampai lewat begitu saja,” sebutnya.
Yusrizal berharap, agar keberadaan tiga benteng rakyat Alas yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara juga dibahas Pusat Kajian Kebudayaan Gayo secara khusus.
Dengan demikian, paparnya, akan banyak data-data dan fakta-fakta baru untuk mendukung penulisan sejarah pembantaian rakyat di Alas oleh Belanda.
Baca juga: Potret Gayo dalam Perspektif Sejarah (1900 – 1950)
“Ini juga untuk mendukung dimasukkannya ketiga benteng di Alas sebagai kegiatan strategis 4 tahun mendatang,” urai dia.
Sementara itu, Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Yusradi Usman Al-Gayoni mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara.
Termasuk, membahas 3 benteng rakyat Alas dalam melawan pasukan van Daalen secara khusus.
“Insya Allah, Bincang Sejarah Seri # 2, “118 Tahun Pembantaian Rakyat Gayo-Alas oleh Belanda (1904-2022)” Pusat Kajian Kebudayaan Gayo yang akan dilaksanakan besok, Kamis (19/5/2022), soal tiga benteng ini insya Allah akan dibahas secara terpisah,” tukas Yusradi.
“Bincang Sejarah ini bisa diikuti secara daring, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, melalui tautan Zoom Meeting https://us02web.zoom.us/j/88268860858?pwd=qkFJYMCqCJB-Bgs0t9D3B66A-5BIsV.1, Meeting ID: 882 6886 0858, dan Passcode: 828384,” bebernya.
Bincang Sejarah Seri #2 tersebut, sambung Yusradi, akan dinarasumberi Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, Wakil Bupati Gayo Lues, Said Sani, Dr Yusra Habib Abdul Gani (penulis buku “Marechaussee di Gayo Lues 1904”), dan Hasbullah, SS, Pamong Budaya Muda Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh-Sumut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-bappeda-aceh-tenggara-yusrizal.jpg)