Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Kupi Beungoh

Potret Gayo dalam Perspektif Sejarah (1900 – 1950)

Ini dibuktikan dengan aneka temuan sejarah belakangan yang banyak mengungkap sisi kehidupan orang Gayo yang sebelumnya tidak tergarap secara komprehen

Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Prof Dr M Dien Madjid, Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 

Oleh: Prof Dr M Dien Madjid *) 

Suku bangsa Gayo merupakan entitas penting yang membangun Indonesia.

Ini dibuktikan dengan aneka temuan sejarah belakangan yang banyak mengungkap sisi kehidupan orang Gayo yang sebelumnya tidak tergarap secara komprehensif.

Melalui aneka kegiatan penelitian, baik yang disponsori oleh instansi negeri maupun swasta, perlahan sudah banyak yang mengemukakan aneka fakta menarik tentang masa lalu masyarakat Gayo.

Tentu saja, temuan ini akan menjadi tidak berguna, jika tidak dikampanyekan. 

Wacana sejarah memang kerap hidup di antara ranah tidak penting dan penting.

Dianggap tidak penting dikarenakan masih kerap ditemukan pemberitaan mengenai salah urus situs-situs sejarah, sehingga nilainya sedemikian jatuh, dan tidak dianggap penting oleh generasi kekinian.

Baca juga: Selama Lima Tahun, Tiga Keni Gayo Diletakkan di Ruang Pertemuan Balar Sumut, Untuk Apa?

Dikatakan penting, karena sejarah kerap menjadi “pelarian”, “peneguhan” bahkan  ”pembenaran” tentang suatu gagasan atau tindakan manusia.

Tentu masih segar dalam ingatan salah satu perkataan Gus Dur tentang sejarah yakni “Biar sejarah yang membuktikkan”. 

Terlepas dari perdebatan di atas, maka penting kiranya untuk tetap menginisiasi ingatan sejarah.

Kebetulan, pada tahun belakangan, penulis melakukan penelitian tentang Sejarah Modern di Aceh Tengah, yang mengkhususkan pada tema perjuangan rakyat, pendidikan dan organisasi massa. 

Penelitian ini disupport oleh Pusat penelitian dan Penerbitan (PUSLITPEN) UIN Syarif Hidayatullah pada tahun anggaran 2021.

Besar harapan penulis, penelitian ini dapat membawa nuasan baru bagi historiografi orang Gayo dan Aceh pada umumnya. 

Baca juga: Ternak di Gayo Lues Masih Aman dari PMK, Sebagian Demam Tiga Hari, Ini Penyebabnya

Makalah ini merupakan satu bagian dari presentasi penulis tentang beberapa temuan menarik tentang sejarah orang Gayo antara tahun 1900 hingga 1950.

Sama seperti setiap suku dan kota di Indonesia, pada periode tersebut, masyarakat Gayo mengalami perubahan sosial yang massif.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved