Berita Aceh Utara
Gawat! Tiap Hari Puluhan Sapi di Aceh Utara Terindikasi Terpapar PMK, Begini Gejalanya
Kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022, pada hewan ternak di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan oleh petugas.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Petugas Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, setiap harinya menemukan puluhan sapi yang terindikasi terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022, pada hewan ternak di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat.
Gejalanya berupa luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan, dengan kondisi sangat lemah.
Hingga Sabtu kemarin atau selama 11 hari, jumlah ternak jenis sapi dan kerbau yang ditemukan terindikasi PMK di Aceh Utara, mencapai 368 ekor yang tersebar di 19 kecamatan.
Dari ratusan ternak yang sudah terindikasi PMK, lima ekor di antaranya sudah diambil sampel di Kecamatan Baktiya dan Tanah Jambo Aye.
“Kita masih menunggu hasil uji sampel dari Lab Balai Veteriner Kementerian Pertanian RI di Medan, untuk memastikannya,” ujar Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara, Ir Lilis Indriansyah, MP melalui Sekretaris, drh Muzakir kepada Serambinews.com, Minggu (22/5/2022).
Baca juga: 368 Sapi dan Kerbau dalam 19 Kecamatan di Aceh Utara Terindikasi PMK, Terbanyak di 4 Kecamatan Ini
Disebutkan dia, untuk Minggu hari ini, petugas sedang masih melakukan pendataan terhadap ternak yang terindikasi PMK.
Namun, dipastikan jumlah ternak yang terindikasi bertambah karena sudah ada beberapa petugas yang melaporkannya.
“Nanti malam sekitar pukul 20.00 WIB, baru direkap setelah petugas mengirim laporan semua,” urai dia.
“Tapi hari ini, sudah dapat beberapa laporan penambahan ternak yang terindikasi penyakit tersebut,” ujar Muzakir.
Berdasarkan data sebelumnya, jumlah sapi terbanyak yang terindikasi PMK terjadi di Kecamatan Tanah Jambi Aye, yakni mencapai 123 ekor.
Kemudian di Kecamatan Lhoksukon yaitu mencapai 76 kasus.
Baca juga: Ternak Terindikasi PMK Terus Bertambah
Selanjutnya, di Kecamatan Baktiya dan Kuta Makmur, masing-masing 45 ekor.(*)