Jumat, 12 Juni 2026

Otomotif

Mobil Hybrid Toyota Segera Diproduksi di Karawang, Kandungan Komponel Lokal Harus Dipacu

Mobil hybrid atau gabungan bensin dan listrik akan segera diproduksi di dalam negeri. Dilaporkan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Kompas.com/ApridaMegaNanda
Mobil Toyota Corolla Altis Hybrid IIMS 2022. 

SERAMBINEWS.COM, KARAWANG - Mobil hybrid atau gabungan bensin dan listrik akan segera diproduksi di dalam negeri.

Dilaporkan, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akan segera memproduksi mobil hybrid di pabrik Karawang, Jawa Barat.

Bahkan untuk lini produksi mobil hybrid sudah dibuat dan para engineer telah mendapat pelatihan.

Sehingga nantinya, produk hybrid yang dibuat di Karawang punya kualitas yang baik.

Hal itu terkait ada komponen yang disuplai dari perusahaan lokal di Indonesia, atau dikenal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Mengenai produk mobil elektrifikasi yang nantinya diproduksi di Indonesia, seberapa besar TKDHN, Bob Azam, Direktur Corporate Affairs PT TMMIN mengatakan, mobil hybrid masih teknologi baru.

Baca juga: Pemerintah Dorong Pabrikan Dukung Emisi Karbon Rendah, Mobil Hybrid atau Setengah Hybrid dan LCGC

Sehingga katanya, TKDN masih dibilang lebih rendah dibanding mobil konvensional.

"Kalau teknologi baru pasti TKDN-nya akan lebih rendah," ucap Bob di Karawang, Kamis (19/5/2022).

Bob menjelaskan, besaran TKDN pada kendaraan akan tergantung dari banyaknya mobil tersebut di jalanan.

Semakin banyak mobil tersebut ditemui di jalan, maka ada peluang TKDN akan bertambah.

"TKDN itu kan tergantung dari economic scale-nya, mobil itu dipakai berapa banyak orang," ujarnya.

"Semakin banyak dipakai, semakin TKDN punya peluang untuk lebih tinggi lagi, jadi intinya itu," ucap Bob.

Baca juga: Suzuki Ertiga Sudah Disematkan Teknologi Smart Hybrid, Toyota Avanza Kapan?

Selain itu, tetap ada peluang mobil hybrid yang diproduksi di Indonesia ini akan memiliki TKDN yang tinggi.

Namun, hal tersebut harus dikaitkan dengan kompetisi di negara lain serta kebijakan pemerintah.

"Tugas kita memberikan feedback kepada pemerintah, bagaimana regulasi di negara lain," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved