Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Utara

Suhu Panas Landa Aceh Utara

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Malikussaleh Aceh Utara mengidentifikasi adanya peningkatan suhu udara maksimum selama dua pekan

Editor: bakri
DOK BMKG Aceh Utara
Kepala BKMG Malikuusaleh Aceh Utara, Siswanto bersama pegawainya sedang mengecek suhu, Senin (23/5/2022). 

LHOKSEUMAWE - Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Malikussaleh Aceh Utara mengidentifikasi adanya peningkatan suhu udara maksimum selama dua pekan terakhir di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Bireuen.

Suhu udara maksimum tercatat mencapai 32-33 derajat celcius.

Kondisi ini tentu saja menyebabkan udara terasa sangat panas di siang hari dan gerah pada malam hari.

Kecuali itu, menggangu kenyamanan warga dalam beraktivitas.

Kepala BKMG Malikuusaleh Aceh Utara, Siswanto kepada Serambi, Senin (23/5/2022), menjelaskan, saat ini sedang memasuki periode musim kemarau yang menyebabkan minimnya tutupan awan.

Selain itu, jumlah uap air di atmosfer juga mulai berkurang dibandingkan saat musim hujan.

Menurut Siswanto, meningkatnya suhu dirasakan lebih panas pada bulan Mei 2022 ini sebenarnya adalah hal yang wajar.

"Dalam analisis data pengamatan selama 30 tahun terakhir.

Pengamatan suhu udara di Stasiun Meteorologi Aceh Utara menunjukkan rata-rata suhu udara harian tertinggi adalah pada bulan Mei.

Baca juga: Gelombang Suhu Panas Hantam Kanada, 69 Orang Tewas, Lansia dan Penyakit Bawaan Jadi Korban

Baca juga: Cegah Karhutla Saat Suhu Panas, Ini Imbauan BPBD Kota Langsa kepada Warga dan Perusahaan Perkebunan

Hal itu memang terdapat pengaruh dari posisi gerak semu matahari, dan juga dominasi cuaca cerah pada awal hingga puncak musim kemarau," paparnya.

Secara klimatologis, sebut Siswanto, tingginya suhu udara di siang hari ini masih akan bertahan hingga bulan Juni 2022 mendatang.

Di mana biasanya menjadi puncak dari pada periode musim kemarau.

“Lalu, dengan memasuki periode musim kemarau.

Masyarakat patut mewaspadai potensi munculnya kebakaran lahan yang biasanya terjadi pada periode musim kemarau ini,” ungkap Siswanto.

Munculnya potensi kebakaran lahan dapat diidentifikasi salah satunya menggunakan data pantauan titik panas (hotspot) serta peta analisis tingkat kemudahan terbakarnya lahan di lapisan atas permukaan tanah (Fine Fuel Moisture Code), yang dikeluarkan oleh BMKG dan secara rutin disebarluaskan ke masyarakat serta stakeholder termasuk BPBD setempat.

Beri Imbauan

Pada kesempatan yang sama, Siswanto menyebutkan, didasari fonemona cuaca sekarang ini, maka diimbau kepada masyarakat untuk menghindari aktifitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan seperti melakukan pembakaran lahan secara liar/tanpa pengawasan, atau membuang puntung rokok sembarangan dan/atau semacamnya.

"Kepada masyarakat juga kita imbau dengan kondisi suhu udara panas sekarang ini untuk menjaga kondisi tubuh seperti minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, serta mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan," paparnya.

Lanjutnya, bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, melalui aplikasi HP berbasis android (infobmkg), akun medsos berupa instagram Official BMKG Malikussaleh Aceh Utara (@bmkg_acehutara), atau melalui Aplikasi Multi-Hazard Early Warning System atau dapat berkontak langsung dengan kantor BMKG terdekat. (bah)

Baca juga: Rekor Baru Suhu Panas di Antartika, Ilmuwan Sebut Sesuatu yang Berbeda Sedang Terjadi di Benua Es

Baca juga: Suhu Udara Dekati 35 Derajat Celcius, Dua Hari Kedepan Diprediksi Hujan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved