Berita Bireuen
Ternak Gejala PMK di Bireuen Bertambah Banyak, Ternak Sembuh Juga Bertambah
Bila ada ternak yang sakit, pisahkan segera dari ternak lainnya dan beri vitamin agar ternak sehat dan bertambah nafsu makan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Ternak umumnya sapi di Bireuen yang sakit bergejala secara klinis terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), data Senin (23/05/2022) terus bertambah, jumlah ternak yang sembuh karena sakit gejala PMK juga bertambah.
Informasi bertambahnya ternak yang bergejala PMK dan sembuh di Bireuen disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) Bireuen, drh Liza Rozana melalui Safrizal SP selaku Kabid Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran kepada Serambinews.com, Selasa (24/05/2022).
Disebutkan, laporan dari tim Puskeswan dari masing-masing kecamatan dan dilakukan rekapitulasi jumlah ternak yang sakit dugaan PMK pada Jumat (20/05/2022) tercatat 409 ekor dan sembuh sebanyak 34 ekor, data terbaru Senin (23/05/2022) jumlah ternak yang sakit sudah mencapai 571 ekor atau terjadi penambahan sebanyak 126 ekor, jumlah yang sembuh juga bertambah dari 34 ekor sudah menjadi 43 ekor. “Kalau yang mati tidak ada penambahan masih tetap dua ekor,” katanya.
Disebutkan, ternak yang sakit hampir 100 persen adalah sapi, peternak bersama tim kesehatan hewan terus berusaha melakukan pencegahan dengan memberi vitamin, antibiotik maupun penyemprotan desinfektan.
Penyemprotan desinfektan di kawasan areal kandang ternak untuk menjaga kebersihan kandang dan juga mencegah penyebaran virus PMK.
Kabid Keswan mengharapkan para peternak hendaknya setiap pagi, siang maupun sore melihat kondisi ternak dan ternak tidak boleh dilepas.
Dengan adanya pemantauan terhadap ternak yang dipelihara akan memudahkan penanganan apabila ada ternak yang sakit. “Bila ada ternak yang sakit segera beritahukan kepada petugas keswan, petugas akan segera turun ke desa melihat kondisi ternak dan memberi vitamin untuk menambah nafsu makan,” ujarnya.
Menjawab Serambinews.com, langkah lainnya yang dapat dilakukan peternak agar ternaknya sehat dan tidak terkena PMK, Safrizal SP mengatakan, usahakan lingkungan kandang ternak bersih, makanan (rumput) diberikan juga mencukupi sehingga ternak sehat, kemudian apabila bergejala sakit segera sampaikan ke petugas untuk dilakukan pengecekan.
“Bila ada ternak yang sakit pisahkan segera dari ternak lainnya dan beri vitamin agar ternak menambah nafsu makan,” ujarnya.(*)
Baca juga: Empat Ekor Sapi Warga di Gayo Lues Diduga Terjangkit PMK, Satu Ekor Dinyatakan Mati