Berita Gayo Lues

Empat Ekor Sapi Warga di Gayo Lues Diduga Terjangkit PMK, Satu Ekor Dinyatakan Mati

Dari empat sapi yang terjangkit PMK, satu ekor milik warga desa Rerebe jenis sapi bali di Rerebe dinyatakan mati akibat wabah tersebut.

Penulis: Rasidan | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Empat ekor sapi warga kabupaten Galus diduga terjangkit wabah PMK, bahkan salah satu ternak warga di kecamatan Tripe Jaya yang diduga terjangkit wabah PMK sudah mati, Selasa (24/5/2022). 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Wabah pada ternak yang kini di takuti oleh masyarakat dan para peternak di kabupaten Gayo Lues (Galus) sebelumnya berupa wabah dan penyakit mulut dan kuku (PMK), kini sudah  empat ekor ternak warga di kabupaten tersebut diduga terjadi terinfeksi dan terjangkit wabah PMK tersebut.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, Selasa (24/5/2022), hingga saat ini empat ekor sapi warga di kabupaten tersebut diduga telah terjangkit wabah atau PMK tersebut, dari jumlah tersebut satu ekor ternak warga desa Rerebe  jenis sapi bali di Rerebe kecamatan dinyatakan  mati. Meskipun sebelumnya sempat ditangani oleh tim kesehatan ternak dari kabupaten dan ternak itu sempat di isolasi.

Sementara itu, tiga ekor sapi milik warga lainnya yang diduga terjangkit wabah PMK tersebut yakni dua ekor sapi milik warga Bener di kecamatan Kutapanjang jenis sapi bali dan sapi lokal, sedangkan satu ekor lainnya merupakan ternak warga di desa Badak Kecamatan Dabun Gelang merupakan ternak sapi lokal yang sebelumnya berasal dari desa Bener tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Galus melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Darmansyah Putra alias Adnan, kepada Serambinews.com, Selasa (24/5/2022) mengatakan, hingga saat ini sudah empat ekor sapi warga di kabupaten Gayo Lues berdasarkan dari hasil pemeriksaan kecurigaan telah terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak warga tersebut.

Lanjut Adnan, salah satu ternak warga di Rerebe kecamatan Tripe Jaya yang berada di kawasan Setul mengalami beberapa gejala yang diduga terkontaminasi dan terjangkit wabah sebelum, kini dinyatakan sudah mati dan dimusnahkan langsung dengan cara di kubur oleh pemilik ternak tersebut ditempat yang jauh untuk menghindari agar tidak menular kepada ternak yang lainnya.

Sementara katanya, untuk tiga ekor ternak lainnya milik warga berupa sapi lokal dan bali tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan juga telah mengarah kepada ciri-ciri dan gejala klinis PMK dan sudah dilakukan penanganan. Selain itu juga dilakukan isolasi terhadap ternak tersebut yang diduga terjangkit wabah PMK.

"Untuk memastikan terhadap tiga ekor ternak warga yang masih hidup tersebut, apakah positif wabah PMK atau gejala lain, kini pihaknya dari dinas sedang menunggu tim laboratorium kesehatan hewan (ternak) dari Medan Sumatera Utara,"sebutnya.

Dia mengaku, gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menurut literatur  mencukupi yakni, suhu tubuh tinggi (41° C), hipersalivasi, Lepuh-lepuh pada bibir, gusi dan Lidah. Kemudian nafsu makan menurun dan malas bangun atau bergerak serta mengalami luka pada kaki. Bahkan gejala klinis atau ciri-ciri tersebut ditemukan dan di alami terhadap ke empat  ekor sapi tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan di lapangan dapat disimpulkan bahwa ke empat ternak tersebut suspek penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun untuk itu para peternak tidak perlu was-was, tetapi harus tetap waspada dan harus selalu memperhatikan kesehatan ternak dan kebersihan kandangnya," sebutnya.(*)

Baca juga: Pasar Hewan Ditutup, Jual Beli Ternak di Gandapura Tetap Berlangsung

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved