Selasa, 5 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Kadisdik Aceh Minta Guru dan Tendik Tetap Bersyukur Ditempatkan di Sekolah Terpencil

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM meminta guru dan tenaga kependidikan (tendik) agar tetapi bersyukur ditempatkan di SekolahTerpencil.

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: M Nur Pakar
For: Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM saat bercengkerama dan menyemangati para siswa SMAN 1 Syiah Utama Bener Meriah, Rabu (25/5/2022). 

Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM meminta guru dan tenaga kependidikan (tendik) agar tetapi bersyukur ditempatkan di SekolahTerpencil.

Hal itu disampaikan Kadisdik Aceh Alhudri saat melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Syiah Utama, Kemukiman Samarkilang, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (25/5/2022).

Ikut bersama rombongan pejabat eselon III dan Tenaga Ahli Dinas Pendidikan Aceh, serta sejumlah kepala sekolah di Bener Meriah.

Kunjungan ke Samarkilang ini menjadi unik karena Alhudri merupakan camat pertama pada awal terbentuknya kecamatan paling ujung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara itu.

Sebagai mantan camat yang kini menjadi kadis ia mengaku sudah sejak dulu memiliki harapan besar agar kelak anak-anak di Samarkilang dapat bersaing dengan anak-anak lain di ibu kota.

Berangkat dari itu, Alhudri bersama tokoh masyarakat di Samarkilang saat itu mengusulkan agar di sana dibangun sekolah tingkat menengah.

Kemudian didirikan pascadamai Aceh dengan nama SMAN 1 Syiah utama.

Baca juga: Majelis Pendidikan Aceh Fokus 14 Hal Penting dalam Pengembangan Pendidikan di Provinsi Aceh

Oleh karena itu, Alhudri meminta agar para guru dan tenaga kependidikan untuk selalu bersyukur dan tidak mudah mengeluh.

"Jangan pernah mengeluh atas apa yang kita rasakan. Percayalah jika kita ikhlas maka Allah akan memberikan yang terbaik untuk Bapak dan Ibu semua," kata Alhudri.

Dia menyampaikan hal itu berkaca pada getirnya pengalaman dirinya saat jadi Camat Syiah Utama sejak tahun 2000 sampai dengan 2003.

Di Syiah Utamalah awal karier Alhudri sebagai camat setelah lulus sekolah kedinasan di APDN (sekarang STPDN).

Alhudri berkisah, menjadi Camat Syiah Utama saat itu bukanlah hal yang mudah.

Selain letaknya yang jauh, terpencil, dan akses jalan yang belum teraspal, kondisi konflik bersenjata yang sedang berkecamuk saat itu bahkan membuat dirinya hanya pasrah pada takdir Allah.

"Karena saat itu, yang kami rasakan kematian terasa begitu dekat. Kita terimpit antara kedua belah pihak yang sedang berkonflik," kenang Alhudri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved