Rabu, 22 April 2026

Berita Lhokseumawe

Rentan Terserang Penyakit Saat Suhu Panas

Suhu panas melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Bireuen menyebabkan orang rentan terserang penyakit

Editor: bakri
For Serambinews.com
Ketua IDI Kota Lhokseumawe, dr Amroelloh. 

LHOKSEUMAWE - Suhu panas melanda wilayah Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Bireuen menyebabkan orang rentan terserang penyakit.

Terlebih, kondisi cuaca seperti ini diperkirakan akan berlangsung hingga Juni 2022 mendatang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Lhokseumawe, dr Amroelloh kepada Serambi, Selasa (24/5/2022), menjelaskan, cuaca panas akibat sinar matahari yang terik sangat mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun sehingga seseorang mudah jatuh sakit dan lemah.

"Apalagi, kondisi musim panas dengan suhu ekstrim dan kondisinya berlangsung lama," ujarnya.

Lanjutnya, ada beberapa penyakit yang diakibatkan suhu panas tersebut seperti heatstroke yakni kondisi kesehatan berbahaya yang bisa menyebabkan kerusakan otak, organ tubuh, otot, serta kematian.

"Kondisi ini biasanya muncul akibat cuaca panas yang menyerang tubuh hingga suhu tubuh mengalami peningkatan sampai 40 derajat Celcius.

Orang yang terserang penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti mengigau, napas tersengal-sengal, dan merasa kebingungan," paparnya.

Lalu, penyakit heat cramps atau kram.

Baca juga: Suhu Panas Landa Aceh Utara

Baca juga: Gelombang Suhu Panas Hantam Kanada, 69 Orang Tewas, Lansia dan Penyakit Bawaan Jadi Korban

Karena, panas merupakan kondisi di mana otot mengalami kejang menyakitkan setelah berolahraga intens saat suhu udara tinggi.

"Meski bukan gangguan kesehatan yang serius, akan tetapi kondisi heat cramps yang tidak segera ditangani bisa memicu penyakit lain seperti gangguan jantung," ujar Ketua IDI Lhokseumawe itu.

Selanjutnya, ungkap dr Amroelloh, penyakit jantung.

Temperatur udara yang meningkat ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan jantung.

Hal ini disebabkan saat tubuh mengalami kelelahan akibat cuaca yang sangat panas, maka pernapasan akan mulai tersengal karena tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen.

Kondisi ini memaksa jantung untuk bekerja lebih keras.

Cuaca panas juga menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan asma.

"Pemicu penyakit asma adalah peningkatan polusi udara, asap dan serbuk bunga yang berterbangan ketika musim kemarau atau cuaca panas tiba,” jelasnya.

Sakit mata juga berpotemsi terjadi saat kondisi cuaca panas.

Di mana saat musim kemarau tiba, udara menjadi tidak sehat.

Debu, kotoran dan asap yang merajalela di jalanan menjadi salah satu penyebab timbulnya sakit mata seperti mata merah, gatal atau panas.

Kecuali itu, bisa juga memicu sakit kepala sebelah atau migrain.

Tips Jaga Keehatan

Pada kesempatan itu, Ketua IDI Lhokseumawe membeberkan upaya pencegahan agar tidak memperburuk kondisi kesehatan saat cuaca panas sekarang ini.

Seperti menjaga kondisi kebugaran tubuh dengan cukup istirahat dan cukup olah raga.

Jangan ke luar ruangan sehingga terkena sinar matahari langsung apa bila tidak terpaksa sekali atau menggunakan payung.

Lalu, minum air yang cukup dan tentunya bersih.

Untuk menghindari penyakit diare jangan jajan atau mengkosumsi makanan kurang bersih dan terbuka.

Mengkosumsi buah-buahan yang banyak mengandung air.

Minum multi vitamin, gunakan juga pelembab atau sunblock untuk melindungi kulit dari iritasi karena cuaca panas.

"Menjaga kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal agar tidak menjadi sarang nyamuk, dan buang sampah ke dalam bak sampah tertutup," demikian dr Amroelloh. (bah)

Baca juga: Rekor Baru Suhu Panas di Antartika, Ilmuwan Sebut Sesuatu yang Berbeda Sedang Terjadi di Benua Es

Baca juga: Cegah Karhutla Saat Suhu Panas, Ini Imbauan BPBD Kota Langsa kepada Warga dan Perusahaan Perkebunan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved