Breaking News:

Luar Negeri

Yasin Malik, Tokoh Separatis Kashmir Dihukum Penjara Seumur Hidup di India

Sebuah pengadilan di menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pemimpin separatis senior Kashmir Yasin Malik

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Pemimpin separatis Kashmir Yasin Malik dikawal oleh petugas polisi ke pengadilan di New Delhi, India, Rabu, 25 Mei 2022. 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Sebuah pengadilan di menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada pemimpin separatis senior Kashmir Yasin Malik, setelah memvonisnya mendanai terorisme.

Dia dinyatakan bersalah karena berpartisipasi dan mendanai aksi teroris dan terlibat dalam konspirasi kriminal.

Malik mengatakan kepada pengadilan bahwa dia menyerahkan senjata pada 1990-an. Dia divonis pekan lalu.

Puluhan ribu orang tewas di Kashmir yang berpenduduk mayoritas Muslim sejak pemberontakan bersenjata melawan pemerintahan India, yang sebagian besar beragama Hindu, meletus pada 1989.

Pengadilan di ibu kota New Delhi memberi Malik (56 tahun), dua hukuman seumur hidup dan lima hukuman penjara 10 tahun, semuanya harus dijalani secara bersamaan, lapor NDTV dilansir dari BBC pada Kamis (26/5/2022).

"Putusan dalam hitungan menit oleh pengadilan ‘kanguru’ India," kritik istri Malik, Mushaal Hussein di Twitter, mengatakan dia tidak akan pernah menyerah.

Toko-toko di beberapa daerah Srinagar, kota utama di Kashmir yang dikelola India, ditutup dan polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang melempar batu di luar kediaman Malik.

Internet seluler telah ditangguhkan di wilayah tersebut sebagai tindakan pencegahan keamanan.

Perdana Menteri Shahbaz Sharif dari  Pakistan, yang membantah klaim India atas Kashmir, menyebutnya sebagai "hari hitam bagi demokrasi India".

" India bisa memenjarakan Yasin Malik secara fisik tetapi tidak pernah bisa memenjarakan ide kebebasan yang dia simbolkan," kicaunya.

 
Badan Investigasi Nasional India (NIA), yang menangani kejahatan anti-teror, telah menuntut hukuman mati bagi Malik, pemimpin Front Pembebasan Jammu dan Kashmir (JKLF) yang pro-kemerdekaan.

Pembela telah meminta hukuman penjara seumur hidup.

Menjelang penjatuhan hukuman oleh pengadilan, dia dikawal ke pengadilan dikelilingi oleh pasukan keamanan.

Malik ditangkap tak lama setelah JKLF dilarang pada 2019.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved