Berita Abdya

Enam Sapi di Abdya Terindikasi PMK, Baru Masuk dari Luar Daerah

“Iya benar, tapi itu masih terindikasi, belum positif, karena yang menentukan itu adalah berdasarkan hasil laboratorium,” ujar Kabid Peternakan...

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS/Dok Disbunnak dan Keswan Aceh Utara
ILUSTRASI - Petugas mengambil sampel pada ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku dalam Kabupaten Aceh Utara. 

“Iya benar, tapi itu masih terindikasi, belum positif, karena yang menentukan itu adalah berdasarkan hasil laboratorium,” ujar Kabid Peternakan Distanpan Abdya, Laili Suhairi SP.

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Sebanyak enam ekor hewan ternak jenis sapi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), diduga terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kabarnya, enam ekor yang diduga terjangkit PMK adalah sapi yang diperlihara di kawasan Gampong Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie sejak beberapa bulan terakhir.

Saat ini, petugas dari penyuluh dan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat, dikabarkan sudah turun ke lokasi, untuk melakukan penyemprotan dan pengobatan. 

Kabid Peternakan Distanpan Abdya, Laili Suhairi SP saat dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan adanya hewan ternak yang terjangkit PMK.

“Iya benar, tapi itu masih terindikasi, belum positif, karena yang menentukan itu adalah berdasarkan hasil laboratorium,” ujar Kabid Peternakan Distanpan Abdya, Laili Suhairi SP.

Namun, sebut Laili, dari ciri-ciri yang dialami enam sapi itu, sudah menjurus terhadap terindikasi PMK, karena enam sapi itu mengalami peradangan pada mulut, lidah, dan terjadi peradangan kuku, serta air liur berlebih.

Baca juga: Ternak Mati Bertambah Jadi 7 Ekor, Sapi Positif PMK di Langsa Naik Menjadi 1.504 Ekor

Enam sapi yang terindikasi PMK itu, tambahnya, adalah sapi yang baru masuk dari luar daerah. 

“Kalau ciri-ciri iya sama dengan PMK, tapi kita belum berani sampaikan itu (terjangkit PMK), tapi terindikasi bisa jadi,” ungkapnya.

Ia mengaku, saat ini pihak dinas telah melakukan penyemprotan dan pengobatan terhadap keenam sapi tersebut, guna menghindari terjadi penularan.

“Iya, persoalan ini juga sudah sampaikan ke provinsi, kita tunggu saja, sambil kita melihat hasilnya,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Hasil Lab BVet Medan, 17 Ekor Ternak Bireuen Positif Terkena PMK

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved