Rabu, 8 April 2026

Berita Banda Aceh

Kasus Penyakit Anak Melonjak, Tahun 2021 Mencapai 32.483 Orang

Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Isra Firmansyah Sp.A, PhD mengungkapkan, jumlah kasus penyakit anak di Aceh melonjak

Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Sekda Aceh dr Taqwallah MKes didampingi Direktur RSUZA dr Isra Firmansyah Sp A dan dokter spesialis anak lainnya sedang melakukan sosialisasi program BIAN kepada para guru, dari ruang rawat anak RSUZA, Jumat (27/5/2022). 

BANDA ACEH - Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Isra Firmansyah Sp.A, PhD mengungkapkan, jumlah kasus penyakit anak di Aceh melonjak sangat tinggi.

Pada tahun 2021 angka kasus mencapai 32.483, naik dibanding tahun 2020 yang jumlah kasusnya sebanyak 31.000.

Dikatakan, jumlah kasus penyakit anak di Aceh meningkat disebabkan tanpa imunisasi lengkap, seperti imunisasi campak, rubella/congenital rubella syndrome (CRS), difteri, pertisus, tetanus, hepatitis dan polio.

“Kenaikan kasus penyakit terhadap anak karena banyak ibu-ibu muda yang melahirkan bayi dibawa ke Puskesmas atau RSUD untuk di imunisasi lengkap,”ungkap Isra Firmansyah pada acara zikir dan doa yang dilakukan Sekda Aceh Taqwallah bersama Kadinkes Aceh dr Hanif, di ruang rawat penytakit anak di RSUZA Banda Aceh, Jumat (28/5/2022).

Dia mengungkapkan, jumlah kasus penyakit campak yang ditangani RSUZA hingga 26 Mei 2022 sudah mencapai 48 .

Kemudian dugaan penyakit congenital rubella syndrome sebanyak 42 anak, pertisus 14 anak, tetanus 3 anak dan difteri 1 anak.

Sedangkan jumlah kematian anak, 1 orang akibat tetanus dan 2 orang pertisus.

“Campak, pertisus, CRS, polio, difteri, tetanus dan penyakit menular lain yang sering menyerang bayi dan balita, bisa dicegah dengan lima imunisasi dasar lengkap, yaitu BCG, DPT HB-Hib, Polio, dan Campak,” terang dokter spesialis anak itu.

Baca juga: Nyamar jadi Cowok untuk Kencani Wanita, Hannah Dipolisikan Karena Tipu Pacar dengan Alat Vital Palsu

Baca juga: Tanggapi Isu Darah Banyak Dikirim ke Luar Aceh, Pemerintah Pindahkan Pusat Donor Darah ASN ke RSUZA

Sementara Sekda Aceh, Taqwallah mengatakan, zikir dan doa hari ini (Jumat, red) mengangkat tema Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022.

Sosialisasi BIAN ini dilaksanakan di ruang rawat anak di RSUZA Banda Aceh.

“Ini bentuk kepedulian kita terhadap masalah imunisasi anak.

Apalagi masih banyak bayi yang lahir di Aceh tidak diimunisasi lengkap,” tuturnya.

Jumlah kasus anak yang dirawat di RSUZA, tambah Taqwallah, menunjukkan bahwa banyak bayi yang lahir tapi tidak dibawa ibunya imunisasi.

Akibatnya, anak-anak itu tidak tumbuh dan berkembang secara normal dan sehat, karena sering terkena penyakit.

Untuk itu Sekda berharap pada kegiatan BIAN yang dilaksanakan mulai Mei ini para orang tua yang anaknya belum diimunisasi dasar lengkap, agar segera membawa anaknya untuk diimunisasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved