Berita Jakarta
Sirkuit Telan Dana Rp 190 Miliar, Perhelatan Formula E Harus Berkelanjutan
Project Management Office Formula E Jakarta, menuturkan pembangunan Sirkuit Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta, menelan dana sekitar Rp 190 M
"Yang paling penting penyelenggara harus berkelanjutan, kalau tidak berkelanjutan rugi kita.
Kalau tidak berkelanjutan berarti kampanye ini tidak sampai," kata Gembong dalam diskusi daring membahas Formula E Jakarta dan Momentum Transisi Energi, Sabtu (28/5/2022).
Project Management Office Formula E Jakarta, Farid Subkhan, menuturkan pembangunan Sirkuit Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta, menelan dana sekitar Rp 190 miliar.
Farid menjelaskan angka tersebut murni untuk sirkuit tidak termasuk sarana pendukung lain.
“Persisnya saya tidak hafal tetapi yang saya tahu sirkuit saja sekitar Rp190 miliar," kata Farid dalam Dia tidak merinci dari mana saja sumber dana untuk pembangunan sirkuit Formula E.
Farid hanya menyebut persiapan untuk ajang balap mobil listrik itu sudah hampir 100 persen.
Sirkuit sepanjang 2,4 km itu juga dibangun secara permanen.
"Jadi sirkuit permanen ini ke depan akan didiskusikan lagi untuk apa optimalisasinya sebagai aset Jakpro dan Ancol," ucap Farid.
Baca juga: Atap Tribun di Sirkuit Formula E Roboh Diterpa Angin Kencang, Tidak Ada Korban Jiwa
Baca juga: Bagi Para Penggemar Balap, Replika Mobil Formula E akan Tampil di Bundaran HI Akhir Pekan Ini
Lebih lanjut, Farid menyatakan panitia pelaksana akan mengatur beberapa hal teknis sebelum balapan digelar 4 Juni mendatang.
Kesiapan tersebut perihal beutifikasi track balap, penempatan UMKM di sekitar lokasi balap, hiburan yang akan ditampilkan di hari penyelenggaraan balap, dan lainnya.
"Jadi siapapun yang ingin berkunjung di Ancol yang tidak ke sirkuit kami juga akan menghibur dengan menonton secara live lewat screen gitu lewat screen yang besar beberapa titik di Ancol dan dikasih hiburan musik gitu supaya lebih seru gitu,” kata Farid.
Farid menambahkan Formula E menjadi momentum kampanye penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan.
“Ini bagian awal dari kami untuk berpartisipasi untuk menjadikan Indonesia juga di depan, untuk kampanye penggunaan kendaraan yang ramah lingkungan,” pungkasnya.
Mejeng di CFD
Replika mobil balap yang digunakan dalam ajang balapan internasional Formula E akan dipajang di momen Car Free Day di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, Minggu (29/5/2022).
Mobil balap Formula E tanpa mesin itu tepatnya akan dipajang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Bagi masyarakat yang penasaran bagaimana bentuk mobil listrik tersebut, jadi kesempatan melihatnya secara langsung sambil berolahraga.
"Besok pada waktu kita Car Free Day, kalau ada yang ingin melihat kayak gimana sih kendaraan yang dipakai balap Formula E, bagi yang ingin melihat juga akan kita pasang di Bundaran HI, Minggu besok," terang Farid.
Sebagai informasi balapan mobil listrik dalam ajang Jakarta EPrix 2022 akan digelar pada 4 Juni 2022 mendatang, di Sirkuit Ancol, Jakarta Utara.
Bakal ada 12 pembalap dari 12 negara yang berpartisipasi.
Para pembalap akan mengitari sirkuit sepanjang 2,4 kilometer selama 45 menit.
Dalam ajang Formula E, tidak dikenal batasan lap, melainkan waktu.
Begitu durasi berakhir, para pembalap masih punya kesempatan menyelesaikan satu putaran sebelum benar-benar finish.
Harus berkelanjutan
Anggota DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengatakan perhelatan Formula E yang digelar Pemprov DKI Jakarta harus tetap berkelanjutan.
Menurutnya, ajang balap mobil listrik ini sekaligus upaya mendukung kampanye terhadap isu ramah lingkungan.
"Yang paling penting penyelenggara harus berkelanjutan, kalau tidak berkelanjutan rugi kita.
Kalau tidak berkelanjutan berarti kampanye ini tidak sampai," kata Gembong dalam diskusi daring membahas Formula E Jakarta dan Momentum Transisi Energi, Sabtu (28/5/2022).
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI ini menilai perhelatan yang menelan angka fantastis ini sudah sepatutnya memberikan dampak positif.
Terlebih penyelenggaraan Formula E sudah menjadi konsensus agar masyarakat beralih dari energi fossil.
"Supaya cost yang dikeluarkan juga tidak mubazir maka perlu berkelanjutan," ujarnya.
Gembong menambahkan Fraksi PDIP di DPRD DKI tidak pernah berniat menghambat pelaksanaan Formula E.
Sikap kritis terhadap Formula E diperlukan dengan tujuan mengawal perencanaannya sesuai dengan tata kelola yang baik.
"Jangan khawatir kami pasti dukung dan support.
Jadi tolong dibedakan bahwa ketika Fraksi PDIP mengkritisi Formula E jangan dianggap Fraksi PDIP menghambat penyelenggaraan Formula E," kata Gembong.
Ia pun meminta agar masyarakat sama-sama mendukung perhelatan Formula E yang akan digelar pada 4 Juni 2022 di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara.
"Ayo kita sukseskan bersama.
Insya Allah kita sama-sama, sepanjang dilakukan dengan cara-cara yang baik, saya kira monggo.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta saya kira akan berikan support dan dukungan kuat," imbuhnya. (tribun network/reynas abdila)
Baca juga: Ingat Giring Kritik Sirkuit Formula E? Kini Rampung 100 Persen dan Diundang Geisz Nonton
Baca juga: Dalami Penyelidikan Dugaan Korupsi Formula E, KPK Minta Keterangan Sejumlah Pihak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Chairman-OC-Jakarta-EPrix-2022-Ahmad-Sahroni-kan.jpg)