Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Rumah Lelang New York Berjuang Hentikan Perdagangan Barang Antik Curian

Rumah Lelang New York, Amerika Serikat (AS) masih berjuang menghentikan penjualan barang antik curian.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Potret marmer Romawi dari filsuf Yunani Antisthenes dijual di rumah lelang Chicago, AS pekan lalu. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Rumah Lelang New York, Amerika Serikat (AS) masih berjuang menghentikan penjualan barang antik curian.

Seperti kepala potret marmer Romawi dari filsuf Yunani Antisthenes dijual di rumah lelang Chicago Hindman pekan lalu.

Ada klaim oleh arkeolog forensik terkemuka, artefak berharga itu mungkin memiliki hubungan dengan pedagang barang antik ilegal.

Lelang tersebut, yang menghasilkan $100.000, sektiar Rp 14 miliar ditentang oleh Christos Tsirogiannis, ketua kelompok kerja perdagangan barang antik ilegal.

Dia mengatakan kepala tersebut mungkin terkait dengan Robin Symes, seorang pedagang yang telah dikaitkan dengan barang antik yang dijarah.

Dilansir AP, Senin (30/5/2022), patung itu pertama kali direkam di pasar pada tahun 1981, ketika dijual di Sotheby's New York.

Baca juga: Ukraina Kembali Serukan Bantuan Persenjataan Lebih Banyak Lagi, Lelang Aset Oligarki Rusia

Namun nama pengirimnya tidak pernah diungkapkan.

Kemudian berpindah antar koleksi di AS sebelum Christie's New York menjualnya pada tahun 2012.

Penjualan tersebut menyoroti perdagangan gelap artefak langka dan bersejarah.

Menurut beberapa orang, sejumlah rantai perdagangan telah terganggu dan barang-barang curian dipulangkan dalam beberapa tahun terakhir ini..

Tsirogiannis, seorang profesor dan rekan peneliti di Institut Studi Lanjutan, Universitas Aarhus di Denmark, mengatakan asal Christie di Pasar Seni, Zurich, pada 80-an.

Foto-foto kepala dari waktu itu bertuliskan inisial "RS", sebuah indikasi kepala itu mungkin pernah menjadi koleksi Symes dan rekannya Christo Michaelides.

Baca juga: Pemerintah akan Lelang Barang Pemberian Pembalap MotoGP, Ada Baju yang Ditandatangani Marc Marquez!

Pada tahun 2005 Symes menjalani hukuman penjara karena mengabaikan perintah pengadilan atas penjualan patung Mesir.

Hakim menolak penjelasannya sebagai penipuan yang diperhitungkan.

11 Tahun kemudian, polisi Italia dan Swiss menemukan patung marmer dan harta karun lainnya yang dicuri dari Italia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved