Senin, 20 April 2026

Terkait Pj Gubernur, Otto: Aceh Sudah Kalah Lobi

Dapat dikatakan bahwa penunjukan PJ Gubernur Aceh yang tidak merujuk pada UUPA membuktikan bahwa Aceh telah kalah dalam lobi

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Diskusi publik Aceh Institute yang berlangsung secara daring, Kamis (29/5/2022), membahas tentang sosok calon Pj Gubernur Aceh. 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEHSosiolog Otto Syamsuddin Ishak menyorot perilaku partai politik (parpol) di Aceh dalam kaitannya dengan penunjukan Pj Gubernur Aceh.

Dia menjelaskan, anatomi masalah yang terjadi di Aceh adalah kemiskinan dan kurangnya kemampuan dalam mendistribusikan aspirasi politik ke Pusat.

Mestinya lanjut dia, dengan melihat apa yang dibutuhkan dalam penyelesaian masalah di Aceh, misalnya dalam hal kemiskinan, parpol dapat menggunakan jalur resmi seperti DPRA.

Jalur resmi itu yang kemudian melakukan lobi politik tentang siapa sosok yang tepat sebagai PJ Gubernur Aceh dalam penyelesaian masalah tersebut.

“Namun saat ini kita lihat parpol hanya bicara-bicara saja tanpa menempuh jalur resmi,” kata Otto dalam diskusi publik yang digelar Aceh Institute, Kamis (29/5/2022) lalu, sebagaimana rilis yang diterima Serambinews.com.

Otto Syamsuddin Ishak melanjutkan, problematika Aceh bukanlah terkait dengan keamanan, namun pada masyarakat yang terpecah.

“Dapat dikatakan bahwa penunjukan PJ Gubernur Aceh yang tidak merujuk pada UUPA membuktikan bahwa Aceh telah kalah dalam lobi,” pungkasnya.

Diskusi publik itu memang mengusung tema tentang siapa sosok yang tepat untuk Pj Gubernur Aceh.

Diskusi yang berlangsung secara daring itu merupakan rangkaian diskusi bulanan Balee Seumike The Aceh Institute.

Direktur Aceh Institute, Muazzinah Yacob, mengatakan, diskusi bertujuan untuk melihat sosok Pj Gubernur dari kalangan mana yang paling tepat memimpin Aceh, mengingat banyaknya persoalan krusial dalam pembangunan Aceh.

“Dinamika di masyarakat ada yang menginginkan kalangan sipil da nada dari kalangan militer,” ujarnya.

Hal itu juga tergambarkan dalam diskusi, dimana salah satu narasumber yang juga mantan Kombatan GAM, Tgk Jamaica, menilai bahwa mantan Pangdam Iskandar Muda merupakan sosok yang tepat untuk Pj Gubernur Aceh.

Baca juga: Kasus Penembakan Dua Warga Indrapuri, Pelaku Dendam Hingga Tega Habisi Korban

Baca juga: Minat Jadi Pramugari? Berikut Daftar Gaji Pramugari Lion Air, Garuda, Sriwijaya Air, dan Batik Air

Baca juga: 22 Pasangan di Ponpes Darul Falah Dinikahkan Massal, Calonnya Dirahasiakan Sampai Ijab Kabul

Sosok dari kalangan militer dikatakannya, memiliki karakter yang tegas. Kelebihan lainnya, keamanan terjamin, integritas tinggi, paham akan NKRI, dan memiliki sistem komando yang kuat.

“Aceh sangat membutuhkan sosok yang tegas dan netral, paham teritorial, paham masalah yang terjadi di Aceh, dan paham masalah ekonomi dan sosial,”  ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved