Berita Aceh Selatan
Harimau Meresahkan, Forum Keuchik Minta BKSDA Aceh Dirikan Pos Penanganan Satwa di Bakongan Timur
Kemunculan harimau sumatera akhir-akhir ini kian meresahkan masyarakat Kecamatan Bakongan Timur (Bakotim), Aceh Selatan
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kemunculan harimau sumatera akhir-akhir ini kian meresahkan masyarakat Kecamatan Bakongan Timur (Bakotim), Aceh Selatan.
Kasus terbaru menimpa, Muhajir, petani warga Gampong Seulekat, Kecamatan Bakongan Timur yang diserang harimau pada Sabtu (21/5/220) saat ia sedang berada di kebunnya.
Meskipun berhasil lolos dari maut setelah memanjat pohon kemiri, tapi kaki Muhajir di bagian betis mengalami luka sangat serius akibat terkaman harimau yang muncul tiba-tiba.
Dari kejadian ini, Forum Keuchik Bakotim, Kabupaten Aceh Selatan dan tokoh masyarakat setempat meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun tangan.
Hal itu disampaikan Forum Keuchik Bakotim didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan, Amiruddin dan Adi Samrida saat melakukan audiensi ke BKSDA Aceh, Senin (30/5/2022).
Baca juga: Cerita Anggota DPRA Pernah Dihadang Harimau Saat Melintas Gunung Kapur, Aceh Selatan
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua Komisi II DPRA Irpannusir, Forum Keuchik Bakotim juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto.
Adapun tuntutan yang disampaikan yaitu meminta BKSDA mendirikan Pos Penanganan Satwa BKSDA Aceh yang dapat diakes cepat oleh warga saat muncul harimau.
"Sehingga mempercepat penanganan sampai kondisi keamanan warga aman dari ancamam harimau dan warga dapat kembali beraktifitas dikebun seperti biasa," kata Ketua Forum Keuchik Bakotim, TM Nazmin.
Menurut Nazmin, setiap kali muncul harimau, warga selalu melaporkan ke pihak BKSDA, namun tidak ada penanganan serius dan terukur sehingga jatuhnya korban dari warga dan ternak akibat serangan harimau.
"Dari beberapa kejadian tersebut, kami sangat kecewa atas penanganan yang dilakukan oleh BKSDA Aceh," ungkap Nazmin.
Baca juga: Kisah Pilu Gadis Aceh di Malaysia, 10 Tahun Disiksa Majikan, Gigi Rontok Dipukul Dengan Sepatu
Selain itu, Forum Keuchik Bakotim juga meminta BKSDA menangkap satwa harimau yang masih berkeliaran di wilayah pemukiman warga di Kecamatan Bakongan Timur dan tidak melepaskannya lagi di wilayah tersebut.
"Tetapi harus dilepaskan ditempat yang paling aman, seperti kebun binatang atau tempat konservasi agar tidak terjadi penangkapan ilegal oleh oknum-oknum tertentu yang menyebabkan satwa harimau itu punah," sebut Nazmin.
BKSDA Aceh juga diminta segera menetapkan Kecamatan Bakongan Timur sebagai daerah dengan status darurat konflik satwa dan manusia dengan tujuan mempercepat penanganan.
Dalam tuntutan selanjutnya, Forum Keuchik Bakotim meminta pertanggungjawaban BKSDA Aceh terhadap korban yang diterkam harimau, ternak warga yang dimakan, dan masyarakat lain yang terdampak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bahas-harimau-kian-meresahkan-di-aceh-selatan.jpg)